Saturday, June 1, 2024

KEUTAMAAN SHALAT TARAWIH DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN

 

KEUTAMAAN SHALAT TARAWIH DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN

Shalat tarawih merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan, karena memilik banyak keutamaan Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan di malam hari, tepatnya di bulan Ramadhan. Hukumnya sunnah muakkad. Di samping itu, shalat tarawih memiliki keutamaan atau fadhilah yang sangat besar. Barang siapa yang mengerjakannya secara berjamaah, maka pahalanya dihitung shalat satu malam penuh. Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan secara lengkap mengenai keutamaan shalat tarawih di setiap malam, sepanjang bulan Ramadhan.


Malam Ke-1:                                                                                      

Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.


Malam Ke-2:              

Pada malam kedua, orang yang shalat Tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.

 

Malam Ke-3:                                         

Pada malam ketiga, malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.


Malam Ke-4: 

Pada malam kempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.


Malam Ke-5:                    

Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.


Malam Ke-6:

Pada malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanahpun memintakan ampunan untuknya.


Malam Ke-7:

Pada malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman.


Malam Ke-8:

Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang  telah
diberikan kepada Nabi Ibrahim.


Malam Ke-9:

Pada malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para Nabi.


Malam Ke-10:

Pada malam yang kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.


Malam Ke-11:

Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.

 

Malam Ke-12:

Pada malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.


Malam Ke-13:

Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.


Malam Ke-14:

Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan shalat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.


Malam Ke-15:

Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.


Malam Ke-16:

Pada malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.


Malam Ke-17:

Pada malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para Nabi.


Malam Ke-18:

Pada malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridhaimu dan kedua orang tuamu.


Malam Ke-19:

Pada malam kesembilan belas, Allah akan mengangkat derajatnya di surge

 
Malam Ke-20: 

Pada malam kedua puluh, akan diberi pahala seperti pahala orang yang mati syahid dan orang-orang shalih.


Malam Ke-21:

Pada malam kedua puluh satu, Allah akan membangun rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuknya.


Malam Ke-22:

Pada malam kedua puluh dua, jika hari kiamat tiba maka ia akan selamat dari segala macam kesusahan dan kebingungan.


Malam Ke-23:

Pada malam kedua puluh tiga, Allah akan membangun kota di dalam surga untuknya.

 

Malam Ke-24:

Pada malam kedua puluh empat, akan memperoleh dua puluh empat doa yang mustajab.


Malam Ke-25:

Pada malam kedua puluh lima, Allah akan menghilangkan siksa kubur darinya.

 


Malam Ke-26:

Pada malam kedua puluh enam, Allah akan meningkatkan pahalanya selama empat puluh tahun.


Malam Ke-27:

Pada malam kedua puluh tujuh, di hari kiamat ia melewati jembatan Shirathal Mustaqim secepat sambaran kilat.


Malam Ke-28:

Pada malam kedua puluh delapan, Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.

 

Malam Ke-29:

Pada malam kedua puluh sembilan, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima.


Malam Ke-30:

Pada malam ketiga puluh, Allah berkata: Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air salsabil, dan minumlah di telaga kautsar. Sesungguhnya aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hambaku.

No comments:

Post a Comment

About

About

loading...

Hakikat Kemampuan Anak Taman Kanak-Kanak dalam Berhitung

Salah satu unsur yang ada didalam matematika adalah kemampuan berhitung. Menurut Copley (2001:55) berhitung merupakan komponen penting dal...

Search This Blog

Translate