Sunday, April 28, 2019

Deskripsi Kecerdasan Majemuk ( Kecerdasan Visual-Spasial )


a.       Definisi Kecerdasan Visual-Spasial.
Kecerdsan visual-spasial atau kecerdasan gambar atau kecerdasan pandang-ruang didefinisikan sebagai kemampuan mempersepsi dunia visual-spasial secara akurat serta mentransformasikan persepsi visual-spasial tersebut dalam berbagai bentuk (Amstrong, 2003). Kemampuan berpikir visual-spasial merupakan kemampuan berpikir dalam bentuk visualisasi, gambar, dan bentuk tiga dimensi.
Definisi tersebut dapat diuraikan ke dalam tiga kata kunci yaitu :
1.      Mempersepsi yakni menangkap dan memahami sesuatu melalui panca indera.
2.      Visual-spasial yakni sesuatu yang terkait dengan kemampuan mata khususnya warna dan ruang.
3.      Mentransformasikan yakni mengalih bentukan hal yang ditangkap mata ke dalam wujud lain, misalnya melihat dan memcermati bunga matahari, merekam dan menginterpretasikan dalam pikiran lalu menuangkan rekaman dan interprestasi tersebut ke dalam bentuk lukisan, sket, kolase atau lukisan perca.
Jika kita melihat pemandangan, merekam dan mengolahnya dalam pikiran, lalu kita menuangkannya dalam sebuah kanvas dan cat minyak, berarti kita melakukan aktivitas kecerdasan visual-spasial. Demikian juga jika kita menuangkan imajinasi kita ke dalam bentuk denah, peta, desain arsitektur, lukisan, market atau dekorasi maka kita tengah bergelut dengan kecerdasan visual-spasial.
b.      Komponen Kecerdasan Visual-Spasial
Komponen inti dari kecerdasan visual-spasial adalah kepekaan pada garis, warna, bentuk, ruang, keseimbangan, bayangan, harmoni, pola dan hubungan antar unsur tersebut. Komponen lainnya adalah kemampuan membayangkan, mempresentasikan ide secara visual dan spasial, dan mengorientasikan diri secara tepat. Komponen inti dari kecerdasan visual-spsial benar-benar bertumpu pada ketajaman melihat dan ketelitian pengamatan ( Amstrong, 1999 ).
Sekarang kita camkan dalam memori kita, bahwa kecerdasan visual-spasial dibangun dari komponen-komponen yang telah disebutkan. Dengan demikian kita akan semakin paham, bahwa kemampuan melihat secara cermat dan teliti adalah kunci pertama dari kecerdasan ini. Kemampuan ini benar-benar seperti  “memotret “ suatu objek, baik  langsung maupun tidak langsung. Kecermatan dan ketelitian dalam melihat akan menghasilkan penguraian unsur garis, warna, bentuk utuh secara detil dan terperinci. Komponen lain terkait dengan kemampuan kita membayangkan potret tersebut dan menuangkannya dalam bentuk gambar, serta meletakan objek dari sudut pandang kita (depan, atas, belakang, berapa jaraknya dan seberapa besar).
c.       Sistem Nuerologis Kecerdasan Visual-Spasial.
Sebagaimana dikatakan Gardner (1993) bahwa semua kecerdasan dalam multiple intelligences memiliki lokasi khusus di otak manusia. Sistem neurologis kecerdasan visual-spasial terletak di hemisfer kanan bagian belakang atau di lobus oksipitalis.
Lobus oksipitalis kanan dan kiri menerima dan mengolah informasi visual (Dharma perwira-Prins, 2004). Lobus oksipitalis paling ujung belakang merupakan pusat penglihatan primer, meliputi ketajaman dan keluasan penglihatan. Selain itu, lobus oksipitalis juga berfungsi untuk :
1.      Mengenali bentuk.
2.      Mengenali posisi garis, derajat kemiringan garis.
3.      Kemampuan melihat warna.
4.      Mengidentifikasi posisi gerak suatu benda
5.      Menulis garis atau bentuk lain.
Korteks oksipitalis mengandung sel-sel yang peka terhadap warna, dan sel-sel lainnya, peka terhadap garis dengan kemiringan tertentu dan juga peka terhadap bentuk. Didekat sel peka warna, terdapat sel yang selektif terhadap gerakan terarah dan sel yang sensitif terhadap bentuk. Jadi, di dalam area visual tidak terbentuk gambar yang dilihat oleh mata, tetapi gambar yang terurai. Gambar yang terurai ini disatukan kembali dengan adanya hubungan timbal balik antar daerah sel. Semua rangsang visual tentang bentuk, warna, gerakan dan latar belakang diolah diotak di dekat telinga (temporalis) dan otak bagian depan (frontalis) (Markam & Markam, 2003).
Selain area oksipitalis, daerah visual-spasial juga terdapat pada lobus parietalis kanan. Lobus ini berfungsi dalam membayangkan keadaan ruangan ditinjau dari semua sudut. Kemampuan ini baru dicapai pada usia 10 tahun. Bagian ini juga berfungsi mengarahkan gerakan untuk menempatkan benda atau bagian benda dalam gambar atau bangunan sesuai intruksi. Oleh karena itu, otak kanan parietalis sering dikenal sebagai otak visual-spasial nonbahasa (Markam & Markam, 2003).
d.      Indikator Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan visual-spasial muncul pada masa kanak-kanak. Tentu kita sering melihat anak usia dua tahun mencoret-coret tembok, kertas atau apa pun. Pada saat itulah anak-anak mulai memunculkan kecenderungan kecerdasan visual-spasial.
Kemampuan berpikir topologis, yakni kemampuan berpikir yang bersifat mengurai bagian-bagian dari suatu objek, pada awal masa kanak-kanak memungkinkan mereka menguasai kerangka pikir euclidien pada usia 9-10 tahun. Dengan demikian, apabila mendapatkan cukup dorongan untuk melakukan pengamatan terhadap objek dan mengeksplorasi unsur dari suatu objek, anak-anak akan menguasai kemampuan pandang-ruang secara baik, bahwa setiap bentuk memiliki komponen.
Kecerdasan visual-spasial memiliki indikator sebagai berikut :
1.      Individu yang cerdas secara visual-spasial (lebih) mudah membaca peta, gambar, grafik dan diagram. Mereka mudah dan menangkap informasi melalui bahan-bahan, peta pikiran dan gambar-gambar yang menyatakan hubungan satu konsep dengan konsep yang lain.
2.      Individu yang cerdas secara visual-spasial menonjol dalam seni lukis dan seni kriya. Mereka cepat menangkap karakteristik objek dan memiliki kemampuan alami untuk menuangkannya dalam bentuk gambar, bentuk tiga dimensi dan seni kerajinan.
3.      Individu yang cerdas secara visual-spasial mampu memberikan gambaran visual yang jelas ketika sedang memikirkan sesuatu. Mereka sangat imajinatif, mampu membayangkan sesuatu dengan detil bentuk, warna dan komposisinya.
4.      Individu yang cerdas secara visual-spasial mampu nenggambar sosok orang atau benda menyerupai aslinya. Mereka sangat peka terhadap bentuk, unsur bentuk, ukuran, komposisi, warna dan detil lainya. Mereka mampu merekam dengan akurat apa yang dilihat dan dibayangkan.
5.      Individu yang cerdas secara visual-spasial senang melihat film, slide, gambar atau foto. Mereka tertarik dengan objek pandang dan ruang dalam berbagai bentuk dan cepat menyerap informasi maupun ciri yang melekat pada objek tersebut.
6.      Individu yang cerdas secara visual-spasial menikmati permainan yang membutuhkan ketajamam visual-spasial, seperti maze. Mereka menyukai penelusuran yang melibatkan kemampuan melihat, mendeteksi bentuk dan alur, serta konstruksi sesuatu.
7.      Individu yang cerdas secara visual-spasial sering melamun. Membayangkan sesuatu dan mengembangkan imajinasi mereka. Memori mereka terhadap peristiwa, citraan gerak, detil objek relatif akurat. Mereka memiliki kemampuan untuk menghadirkan kembali berbagai memori visual-spasial tersebut dalam bentuk lamunan dan fantasi, serta mengolahnya dalam bentuk imajinasi.
8.      Individu yang cerdas secara visual-spasial senang membuat konstruksi tiga dimensi dari unsur, seperti lego, bricks, bombiq, dan balok. Mereka memiliki kemampuan mengurai unsur dari benda, dan meletakan kembali unsur-unsur tersebut pada tempatnya. Mereka juga memiliki kepekaan terhadap komponen konstruksi dan mampu menganalisis setiap bagian dari konstruksi tersebut.
9.      Individu yang cerdas secara visual-spasial senang mencoret-coret di kertas atau di  buku. Mereka memanfaatkan komponen garis, bentuk-bentuk geometri atau bentuk yang lain untuk mengekspresikan emosi, mengisi kejenuhan dan mencari ilham.
10.  Individu yang cerdas secara visual-spasial lebih memahami informasi visual daripada dengan kata-kata. Mereka belajar dengan melihat dan mengamati benda, bentuk, warna dan detil.
11.  Individu yang cerdas secara visual-spasial mampu merasakan dan menangkap pola-pola yang lembut maupun rumit (Campbell, dkk 1996)
e.       Indikator Kecerdasan Visual-Spasial Anak Usia Dini.
Anak yang cerdas visual-spasial sangat peka tatanan dan peka terhadap perubahan tatanan itu dan akan memberi reaksi. Mereka suka mengerjakan maze, dan permainan lain yang memerlukan ketajaman melihat, Anak-anak yang sering memanfaatkan waktu mereka untuk menggambar, merancang sesuatu, membangun balok-balok, lego atau melamun (Amstrong, 2002).
Pada anak-anak usia 2-6 tahun, kecerdasan visual-spasial terdeteksi melaluai indikator berikut :
1.      Anak menonjol dalam kemampuan menggambar, mampu menunjukan detil unsur dari pada anak-anak sebayanya. Garis-garis pada pakaian, ciri khusus pada kaos superman, misalnya muncul dalam gambar yang mereka buat dan hal  ini tidak muncul pada anak-anak sebayanya (usia KB dan TK ).
2.      Anak memiliki kepekaan terhadap warna, cepat mengenali warna dan mampu memadukan warna dengan lebih baik dari pada anak-anak sebayanya. Ketika mengamati gambar, anak mampu melihat unsur yang kecil, warna yang ada pada gambar dan objek (usia 2-6 tahun).
3.      Anak suka menjelajah lokasi disekitarnya dan memperhatikan tata letak benda-benda disekitarnya, serta cepat menghafal letak benda-benda. Mereka bersepeda hingga keluar lokasi KB atau TK, mereka tidak takut bermain dengan anak-anak yang lebih besar dan diajak menjelajah dusun bahkan desa lain (usia KB dan TK )
4.      Anak menyukai balok atau benda lain untuk membuat suatu bangun benda, seperti mobil, rumah, perawat atau apapun yang diinginkan anak. Begitu melihat bangun geometri (dua maupun tiga dimensi), anak tertarik untuk segera membuat konstruksi (usia KB dan TK).
5.      Anak suka melihat-lihat dan memperhatikan buku yang berilustrasi atau buku-buku penuh gambar. Majalah-majalah yang memuat berbagai gambar penuh warna dilihat beberapa kali (usia 2-6 tahun).
6.      Anak suka mewarnai berbagai gambar yang ada di buku, menebalkan garisnya, dan menirunya. Anak juga mencoret-coret benda, seperti dinding, almari, meja, kursi dengan spidol, pastel atau pinsil warna- warni (usai 2-6 tahun).
7.      Anak menikmati bermain kolase dari berbagai unsur (usia TK), membuat benda dari playdough, malam (lilin) atau sejenisnya (usia KB dan TK).
8.      Anak memperhatikan berbagai jenis grafik, peta dan diagram, serta menanyakan nama dan maksud bentuk-bentuk informasi tersebut sementara anak sebayanya kurang antusias. Pada saat bermain grafik, anak dengan kecerdasan visual-spasial tampak lebih antusias dan sepat memahami informasi yang dimaksudkan pendidik (usia KB dan TK).
9.      Anak menikmati foto-foto di album dan cepat mengenali orang-orang atau benda-benda di foto, tertarik dengan kamera dan ingin menggunakannya, serta dapat mengarahkan kamera pada objek yang dikehendakinya (usia KB dan TK).
10.  Anak banyak bercerita tentang mimpinya dan dapat menunjukan detail mimpi dari pada sebayanya (usia KB dan TK).
11.  Anak tertarik pada profesi yang terkait dengan penggunaan kecerdasan visual-spasial serta optimal seperti pelukis (anak-anak menyebutnya sebagai tukang gambar), fotografer (tukang foto), arsitek (anak menyebutnya tukang gambar rumah), perancang busana (anak menyebutnya tukang baju), pilot (penjelajah ruang angkasa), atau karir lain yang berorientasi visual-spasial (usia KB dan TK).
12.  Anak dapat merasakan pola-pola sederhana dan mampu menilai pola mana yang lebih bagus dari pola lainnya. Anak juga dapat menggunakan informasi komposisi warna pada pola, sepeti kain. Pada saat memilih baju, anak menunjukan perhatian terhadap warna dan model (usia TK).

Kecerdasan tersebut menunujukan bahwa kecerdasan visual-spasial telah muncul pada usia 2-3 tahun. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap warna, menikmati gambar, membuat coretan, menikmati foto-foto. Pada anak usia KB, hampir semua indikator telah muncul, kecuali kesadaran akan pola dan detil mimpi. Anak usia TK telah memiliki semua indikator kecerdasan visual-spasial dalam berbagai kadar pencapaian.

Contoh Puisi Bahasa Sunda

PANGBALIKAN
(Karya Wahyu Wibisana, Ciawang)

Iuh, iuh gunung kuring
angin ulin dina embun-embunan
sawaktu-waktu kuring kudu nepungan
dumeh hirup halabhab cinta
di maranehna nya ayana

Aya sababna kuring tibelat
aya sababna kuring pegat
tapi nu ahir lain kaabadian
kakasih dina hate ngawih deui

Iuh, iuh gunung kuring
nyata, nyata tanda-tanda
ngabalungbung jalan hirup
nepi ka nyawa rek asup
ka maranehna kuring rek balik
ka maranehna kuring rek pamit



Puisi Bahasa Sunda

PATANJALA
Etti RS

Ti ajalina kuring ditibanan pancen
nembus gunung meulah lengkob
atawa mapay bubulak jeung padataran

Ti dituna kuring dipilih
malidkeun cikahuripan ka sagara
najan kudu kandeg heula di muara

Ti memehna kuring kapeto
lilimbungan di leuwi nu jero
handapeun nu ngaroyom leuweung kaso

Batu gunung hahalang sangkan kapahung
sihoreng ukur taringgul
sabot diri ngananaha ka Nu Agung


Soal PAT Bahasa Sunda Kelas 1

Mata Pelajaran          : Bahasa Sunda                                   Hari/Tgl   : ......................................

Kelas/Semester           : I/II                                                    Nama       : ......................................

Waktu                         : ........................................

 

I.              Cakra (X) aksara a,b, atawa c nu aya dihareupeun jawaban nu bener


1.        raka dadi …neni
a. namina    b. sorana   c. nyebutna
2.        ibu nina …. dadi
a. ibu                b. bibi              c. guru
3.        dadi ….. ka ibu bapa
a. turut             b. tumut           c. suhud
4.        monyet …..ka kuya
a. keuheul        b. jail               c. ngewa
5.        jerapah panjang ….
a. buntutna                  b. sukuna                     c. beuheungna
6.        Oray….ka sawah
a. ngaleor                     b. ngarayap                  c. ngalengkah
7.        Maung disada…..
a. ngaguruh                  b. ngagoak                   c. ngagaur
8.        …..ngagantung dina dahan kai
a. cak cak         b. kalong         c. manuk
9.        Keuyeup ….. indung leungeun
a. nyoco           b. ngegel          c. nyapit
10.    …ngagembrong gula
a. sireum          b. simeut          c. reungit

11. Di perpustakaan loba ...
A. Patlot          B. Buku           C. Bal

12. Karesep Udin maen bal. Maen balna di ...... imah
A. Buruan       B. Rohangan  
C. Luhureun

13. Pakakas nu sok dipake di sakola nyaeta…
A. Talenan       B. Patlot          C. Teko

14. Di bumi abdi sok ngabantuan ...... piring
A. Nyeuseuh               B. Ngepel       
C. Kukumbah

15. Abdul lumpatna …
A. Gancang                 B. Deukeut     
C. Gumbira



II. Eusian titik – titik di hadap kujawaban anu bener !
1. Lamun di titah ku kolot kudu ....
2. Barudak maen bal di ....
3. Sato nu beuheung na panjang nyaeta ....
4. dina – Udin – diuk – bangku
Susun kecap-kecap diluhur jadi kalimah anu bener ?
5. Salin kalimah dihadap ieu kana tulisan sambung !
Di Garut loba jeruk
6. Mangkat sakola kudu……………heula ka bapa jeung ibu
7. Asep meser baso sa…………..
8. Patlot gunana pikeun…………..
9. Kolot hidep nyaeta…………jeung………….
10. Sapi sukuna aya…………..

III. Jawab pananya dihandap ieu !
  1. Teangan 5 ngaran kadaharan nu rasana amis !
  2. Teangan 5 ngaran kadaharan nu rasana asin !
  3. Tuliskeun 3 ngaran kembang !
  4. Maung sok disebut raja naon ?
Pepelakan unggal poe kudu dikumahakeun ?

Soal PAT PJOK Kelas 1

I. Berilah tanda silang (x) pada abjad a, b, dan c didepan jawaban yang benar ! 


1. Pada saat melakukan gerakan berlari, posisi badan harus........
a. condong ke samping
b. condong ke belakang
c. membungkuk ke depan

2. Pandangan saat melakukan gerakan berjalan biasa adalah........
a. ke depan
b. ke samping
c. ke atas

3. Nama alas untuk melakukan ketika berguling ke depan adalah.........
a. kasur
b. karpet
c. matras

4. Melakukan pemanasan sebelum berolah raga bermanfaat agar tidak.........
a. cidera
b. bugar
c. lelah

5. Pada saat duduk di pinggir kolam renang, kedua kaki.........
a. digerakkan naik turun
b. diangkat ke atas
c. digerakkan ke samping

6. Kebersihan pada lingkungan sekolah menjadi tanggungjawab.........
a. murid
b. guru
c. bersama

7. Tempat untuk membuang sampah adalah.........
a. sungai
b. dijalan
c. tempat sampah

8. Mengkonsumsi makanan sehat bermanfaat agar tubuh tetap.........
a. sehat dan kuat
b. lemas
c. lesu

9. Nama kelompok yang bertugas membersihkan ruangan kelas adalah .........
a. piket
b. les
c. penjaga sekolah

10. Membuang sampai ke sungai akan mengakibatkan.........
a. longsor
b. banjir
c. meluap

11. Berlari dengan cepat  dapat melatih kekuatan otot......
a. Kaki
b. Tangan
c. Kepala

12. Berolahraga membuat tubuh kita menjadi ....
a. Sakit
b. Sehat
c. Loyo

13. Sikap kita apabila teman  kita sakit adalah ...
a. Diamkan saja
b. Dijahui
c. Menjenguk

14. Kotak sampah di depan kelas berfungsi untuk .....
a. Menampung sampah
b. Menampung air
c. Menanam bunga

15. Di bawah ini yang termasuk  dalam permainan bola besar adalah .....
a. Sepak bola
b. Kasti
c. Tenis meja










II. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang tepat !

1. Gerak dasar jalan, lari dan lompat dapat melatih..................

2. Ketika pinggang memutar posisi kedua tangan di..................

3. Gerakan ketika melempar bola dapat melatih..................

4. Duduk bersila adalah sikap tubuh dalam keadaan..................

5. Posisi awal berguling ke depan adalah..................

6. Sebelum melakukan olah raga harus dilakukan..................

7. Gerakan berjalan biasa adalah sikap dalam keadaan..................

8. Ketika melakukan gerakan melompat harus menjaga keseimbangan tubuh agar tidak..................

9. Olah raga renang termasuk jenis olah raga..................

10. Agar dalam belajar disekolah menjadi nyaman, maka lingkungan sekolah harus..................
 
III.  Jawablah soal-soal pertanyaan dibawah ini !

1.        Sebutkan 2 dasar gerak ketika berlari !
2.        Apa tujuan dari gerak berirama ?
3.        Sebutkan 2 macam gerakan berguling ?
4.        Mengapa ketika berenang jangan dikolam yang dalam ? jelaskan
Sebutkan beberapa alasan mengapa tidak boleh membuang sampah sembarangan ! jelaskan 

Soal PAT PLH Kelas 1

Mata Pelajaran          : PLH                                                  Hari/Tgl   : ......................................

Kelas/Semester           : I/II                                                    Nama       : ......................................

Waktu                         : ........................................

I. Berilah tanda silang (x) pada abjad a, b, dan c didepan jawaban yang benar ! 


1.  Bencana alam gunung meletus menyebabkan ....
a.  oksigen yang banyak
b.  gas beracun
c.  air yang berlimpah           
2.  bencana alam akibat ulah manusia yaitu ....
a.  banjir                         
b.  gunung meletus
c.  gempa bumi
3.  gempa bumi merupakan bencana karena akibat ....
a.  faktor alam                  b. ulah manusia         
c. ulah tanaman
4.   bencana banjir biasanya terjadi pada musim ....
a.    semi                b. kemarau      c. penghujan
5.        bencana alam dapat disebabkan oleh ....
a.    hanya alam     b. alam dan hewan    
c. alam dan manusia
6.  sikap kalian terhadap teman yang mengalami bencana alam adalah ....
a.   mencemooh          b. tidak peduli   
c. berempati
7.  berikut ini yang bukan cara menghadapi gunung meletus adalah ....
a.  diam di rumah
b.  menjauhi daerah letusan gunung
c.  menonton peristiwa gunung meletus
8.  berikut ini adanya bencana alam adalah ....
a.  merasa senang
b.  mendapatkan banyak hadiah
c.  kehilangan tempat tinggal
9.        perasaan orang yang terkena musibah bencana alam adalah ....
a. sedih         b. senang        c. gembira
10.    cairan magma bersuhu tinggi yang mengalir ke permukaan disebut ....
a.  lava           b. lahar            c. abu dan batu
11.    barang bekas yang digunakan untuk membuat mainan parasut adalah ....
a. kaleng bekas        b. sedotan bekas       
c. kantong keresek bekas
12.    kaleng bekas terbuat dari bahan ....
a.  kertas        b. plastik          c. logam         
13.    salah satu prinsip pengolahan sampah adalah ....
a.  membakarnya
b.  memakai kembali
c.  membuang kembali
14.    botol minuman biasanya terbuat dari bahan ....
a.    kertas              b. plastik          c. logam
15.    dedaunan kering dan sisa makanan termasuk ke dalam jenis ....
a.  sampah basah      c. sampah kotor
b.  sampah kering



II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1.        Musibah atau kejadian tidak baik yang menimpa manusia disebut juga ……..
2.        Kompos dibuat dari sampah……..
3.        kegiatan pemanfaatan kembali sampah disebut ……
4.        contoh barang bekas yang terbuat dari plastik adalah …..
5.        pot tanaman dapat dibuat dari barang bekas yaitu ……
6.        sikap kita terhadap orang yang terkena bencana adalah ……
7.        pelampung digunakan pada saat bencana ……
8.        yang harus dilakukan pada saat banjir adalah ……
9.        daur ulang dapat ………..
10.    mobil mainan dapat dibuat menggunakan kulit …….

III.  Jawablah soal-soal pertanyaan dibawah ini !

  1. Sebutkan macam-macam bencana alam !
  2. Sebutkan jenis-jenis sampah !
  3. Apa akibat dari gunung meletus ?
  4. Apa akibat jika sungai banyak sampah ?
  5. Siapa yang harus menjaga kebersihan lingkungan di sekitar ?

Sunday, April 7, 2019

Perbedaan Legenda , Sage , Mite , Fabel, Dongeng, Cerpen dan Novel


A. Legenda
Definisi Dan Pengertian Legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi yang ceritanya dihubungkan dengan tokoh sejarah, telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian, dan keistimewaan tokohnya. Bila melihat dari Definisi Dan Pengertian Legenda maka Legenda dapat di bagi menjadi empat kelompok.
Legenda ada empat kelompok sebagai berikut :
1) Legenda keagamaan
Di dalam legenda keagamaan banyak kita jumpai kisah-kisah para wali penyebar Islam, misalnya, Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar di Jawa, sedangan di Bali dapat kita temui legenda tentang kisah Ratu Calon Arang.
2) Legenda kegaiban
Legenda ini berkisah tentang kepercayaan rakyat pada alam gaib, misalnya kerajaan gaib orang Bunian di rimba raya Sumatra, kerajaan gaib Pajajaran di Jawa Barat, kerajaan gaib Laut Kidul di Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan Si Manis Jembatan Ancol dari Jakarta.
3) Legenda perseorangan
Legenda perseorangan menceritakan tokoh tertentu yang dianggap pernah ada dan terjadi, misalnya Sabai nan Aluih dan Si Pahit Lidah dari Sumatra, Si Pitung dan Nyai Dasima dari Jakarta, Lutung Kasarung dari Jawa Barat, Rara Mendut dan Jaka Tingkir dari Jawa Tengah, Suramenggolo dari Jawa Timur, serta Jayaprana dan Layonsari dari Bali.
4) Legenda lokal
Legenda lokal adalah legenda yang berhubungan dengan nama tempat terjadinya gunung, bukit, danau, dan sebagainya. Misalnya, legenda terjadinya Danau Toba di Sumatra, Sangkuriang (legenda Gunung Tangkuban Parahu) di Jawa Barat, Rara Jonggrang di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Ajisaka di Jawa Tengah, dan Desa Trunyan di Bali.
B. Saga / Sage
Sage adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Beberapa ontoh sage, adalah: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dll.
C. Mitos (Mite)
Ada beberapa pengertian mitos yang diungkapkan oleh para sejarawan. Dari beberapa pengertian itu dapat disimpulkan bahwa :
Mitos adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kayangan) dan dianggap benar – benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya.

Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya. Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri.

Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan jaman. Menurut Moens-Zoeb, orang Jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa Hindu sebagai dewa Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu
Jawa dan Bali sebagai gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa. Mitos di Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, terjadinya susunan para dewa, terjadinya manusia pertama, dunia dewata, dan terjadinya makanan pokok.

D. Fabel
Fabel adalah cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Cerita tersebut tidak mungkin kisah nyata. Fabel adalah cerita fiksi, maksudnya khayalan belaka (fantasi). Kadang fabel memasukkan karakter minoritas berupa manusia.
Fabel, yang umumnya berupa cerita rakyat dengan pesan-pesan moral di dalamnya, konon dianggap oleh sejarahwan Yunani Herodotus sebagai hasil temuan seorang budak Yunani yang bernama Aesop pada abad ke-6 SM (meskipun ada kisah-kisah lain yang berasal dari bangsa-bangsa lain yang dianggap berasal dari Aesop). Fabel-fabel kuno ini kini dikenal sebagai Fabel Aesop. Akan tetapi ada pula yang memberikan definisi lain terkait istilah Fabel. Fabel, dalam khazanah Sastra Indonesia seringkali, diartikan sebagai cerita tentang binatang sebagai pemeran(tokoh) utama. Cerita fabel yang populer misalnya Kisah Si Kancil, dan sebagainya

E. Dongeng
Pengertian Dongeng
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi.
Hal-hal yang perlu diketahui mengenai dongeng:
1. Dongeng dalam pengertian yang lebih luas merupakan pengungkapan diri manusia, tempat mencari hiburan dan memenuhi angan-angannya.
2. Dalam Ensiklopedi Indonesia, dongeng memiliki pengertian cerita singkat tentang hal-hal aneh dan tidak masuk akal, berbagai keajaiban dan kesaktian yang biasanya mengisahkan dewa, raja, pangeran, dan putrid.
3. Pada umumnya, dongeng tidak diketahui pengarangnya dan terkadang hanya diketahui nama pengumpul/ penyadurnya.
4. Berdasarkan muasalnya, dongeng berasal dari bangsa Thai di Yunan, tetapi kemudian tersebar ke seluruh Asia Tenggara. Di Indonesia, dongeng tersebut tersebar dari Aceh hingga Maluku Tenggara. Di Jawa Tengah atau Jawa Timur, dongeng juga berkembang.

F. Cerpen
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
Bentuk kuno lainnya dari cerita pendek, yakni anekdot, populer pada masa Kekaisaran Romawi. Anekdot berfungsi seperti perumpamaan, sebuah cerita realistis yang singkat, yang mencakup satu pesan atau tujuan. Banyak dari anekdot Romawi yang bertahan belakangan dikumpulkan dalam Gesta Romanorum pada abad ke-13 atau 14. Anekdot tetap populer di Eropa hingga abad ke-18, ketika surat-surat anekdot berisi fiksi karya Sir Roger de Coverley diterbitkan.

Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.

Soal latihan Matematika USBN Uraian

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan uraian yang tepat !

1. Pak Didik mempunyai 7 1/2 kodi dan 3 lembar kain batik. Ia telah menjual 3 1/4 kodi dan 6 lembar kain batik tersebut. Berapa lembar sisa kain batik yang belum terjual?=

2. Pak Herman memiliki gudang sembako. Dalam gudang tersebut terdapat 2,25 ton beras, 3 kuintal jagung, dan 675 kg kedelai. Berapa kg berat keseluruhan dalam gudang tersebut? Jawab

3. Andi membeli 1 gross pensil, 8 lusin buku tulis , dan 60 penghapus. Berapa bagian banyak penghapus dari keseluruhan alat tulis yang dibeli Andi? Nyatakan dalam bentuk paling sederhana!

4. Lantai rumah berbentuk persegi dengan panjang sisi 4 m. Lantai tersebut akan dipasangi keramik berbentuk persegi dengan panjang sisi 20 cm. Berapa banyak keramik yang dibutuhkan?

5. Ibu membeli 5 liter minyak goreng. Sebanyak 75% minyak goreng itu diberikan kepada bibi. Berapa liter minyak goreng ibu sekarang.

6. Sebuah usaha konveksi mendapat pesanan 15 kodi kemeja. Setiap satu kemeja membutuhkan 10 kancing baju. Berapa lusin banyak kancing yang dibutuhkan?

7. Perbandingan uang Tina dan uang Lala 5 : 3. Selisih uang mereka Rp 65.000,00. Tentukan uang mereka masing-masing!

8. Di Desa Sawojajar terdapat 375 ekor hewan ternak yang dipiara warga. Berikut data banyak hewan piaraan di Desa Sawojajar.
Ayam sebanyak 125 ekor Bebek sebanyak 100 ekor Kambing sebanyak 75 ekor Sapi sebanyak 50 ekor Kerbau sebanyak 25 ekor
Sajikan data di atas dalam bentuk diagram lingkaran !

9. Di toko alat tulis terdapat 5 gross pensil. Sebanyak 4/5 bagian dari pensil tersebut dibeli Pak Hudi. Berapa buah pensil yang dibeli Pak Hudi?


10. Sebuah balok mempunyai ukuran panjang 50 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 70 cm. Berapa liter volume balok tersebut !

About

About

loading...

Hakikat Kemampuan Anak Taman Kanak-Kanak dalam Berhitung

Salah satu unsur yang ada didalam matematika adalah kemampuan berhitung. Menurut Copley (2001:55) berhitung merupakan komponen penting dal...

Search This Blog

Translate