Wednesday, February 5, 2020

RPP Bahasa Sunda Kelas VII Semester 2


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah            : SMPN 
Mata Pelajaran           : Bahasa dan Sastra Sunda
Kelas/Semester         : VII/2
Materi Pokok             : Aksara Sunda
Alokasi Waktu            : 6 Jam Pelajaran (3kali pertemuan)


A.   Kompetensi Inti
1.    Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.    Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,  gotong royong, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
3.    Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4.    Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.   Kompetensi Dasar dan Indikator  Pencapain Kompetensi

Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8
Mengidentifikasi bentuk dan tata cara penulisan aksara Sunda sesuai dengan kaidah-kaidahnya.
3.8.1

3.8.2
3.8.3

3.8.4
Menjelaskan sejarah ragam aksara Sunda.
Menunjukkan bentuk aksara Sunda.
Mengidentifikasi tata cara penulisan aksara Sunda dasar.
Mengidentifikasi tata cara penulisan rarangkén dalam aksara Sunda.
4.8
Menyusun dan menyajikan teks aksara Sunda dengan memperhatikan ketepatan bentuk dan kaidah penulisannya.
4.8.1
4.8.2

4.8.3

4.8.4

Menulis aksara Sunda dasar.
Menyusun kalimat sederhana menggunakan aksara Sunda.
Menyusun teks kompleks menggunakan aksara Sunda.
Menyajikan teks aksara Sunda dalam berbagai media dan bentuk.

* Nilai Karakter:
Gotong Royong, Rasa Ingin Tahu, Peduli Sosial, Integritas, Bersahabat, Toleransi, Cinta Tanah Air

C.   Tujuan Pembelajaran

Pertemuan Pertama
Melalui diskusi dan tanya jawab, secarapenuh rasa bangga akan kekayaan budayanya sendiripeserta didik dapat:
1)       menjelaskan sejarah ragam aksara Sunda dengan tepat;
2)       menunjukkan bentuk aksara Sunda dengan benar;
3)       mengidentifikasi tata cara penulisan aksara Sunda dasar dengan benar; dan
4)       mengidentifikasi tata cara penulisan rarangkén dalam aksara Sunda dengan tepat.
Pertemuan Kedua
Melalui unjuk kerja, secara individual dan penuh rasa bangga akan kekayaan budayanya sendiripeserta didik dapat:
1)       menulis aksara Sunda dasar dengan benar;
2)       menyusun kalimat sederhana menggunakan aksara Sunda dengan tepat; dan
3)       menyusun teks kompleks menggunakan aksara Sunda dengan tepat.

Pertemuan Ketiga
Melalui unjuk kerja, secara bergotong royong peserta didik dapat menyajikan teks aksara Sunda dalam berbagai media dan bentuk dengan kreatif.

D.  Materi Pembelajaran

1.        Materi Reguler
Pertemuan Pertama
a.         Sejarah aksara Sunda
b.         Bentuk aksara Swara, aksara Ngalagena, dan Rarangkén.
c.          Kaidah penulisan aksara Sunda

Pertemuan Kedua
a.    Menulis aksara Sunda dasar
b.    Menulis kalimat sederhana menggunakan aksara Sunda
c.     Menulis teks kompleks menggunakan aksara Sunda

Pertemuan Ketiga
Menyajikan aksara Sunda dalam berbagai media dan bentuk

2.     Materi Pengayaan
Aksara Sunda dalam Komputer dan Smartphones.

3.     Materi Remedial
Menyalin teks dalam aksara Latin ke aksara Sunda atau dari aksara Sunda ke aksara Latin.

E.   Metode Pembelajaran
1.   Pendekatan      : Scientific dan Komunikatif
2.   Metode             : Inquiry
3.   Teknik               : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Unjuk Kerja

F.   Media, Bahan dan Alat
1.   Media
Flashcard Aksara Sunda

2.   Bahan
2.1 Beberapa teks yang ditulis dalam aksara Sunda
2.2 Beberapa gambar penggunaan aksara Sunda dalam berbagai media dan bentuk
2.3 Lembar Kerja Siswa

3.   Alat
Komputer, LCD proyektor, kertas tempel, spidol, dan doubletape

G.   Sumber Belajar

Danadibrata, R.A. 2006. Kamus Basa Sunda. Bandung: Kiblat.
Faturohman, Taufik. 2017. Gapura Basa. Bandung: Geger Sunten.
Hadi, Ahmad, Drs. 1991. Peperenian. Bandung: Geger Sunten.
Hidayat, Rahmat Taufiq, spk. 2005. Peperenian Urang Sunda. Bandung: Kiblat Buku Utama.
Lembaga Basa jeung Sastra Sunda. 2007. Kamus Umum Basa Sunda. Bandung:
Geger Sunten.
Risnawati, Dadang Nurjaman, Susi Budiwati. 2017. Rancagé Diajar Basa Sunda. Bandung: Dunia Pustaka Jaya.
Setiawijaya, Dudi Rudiana, spk. Ngalagena Diajar Maca jeung Nulis Aksara Sunda. Bandung: Geger Sunten
https://youtube.com

H.        Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama
Kegiatan
Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1)       Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian  mengecek kehadiran peserta didik;
2)       Guru memotivasi peserta didik dengan mendoakan agar pembelajaran yang akan dilakukan berlangsung baik dan bermanfaat;
3)       Untuk menggali konsepsi awal peserta didik guru melakukan apersepsi dengan menggali informasi dan mengaitkan dengan materi pada pertemuan sebelumnya; 
4)       Peserta didik menerima informasi tentang keterkaitan antara lingkungan alam dengan dengan materi pembelajaran; 
5)       Guru memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran; dan
6)       Guru menyampaikan tehnik penilaian.
10 menit
Inti
1)       Peserta didik menyimak tayangan penggunaan aksara Sunda dalam berbagai media.
2)       Peserta didik bertanya jawab tentang sejarah aksara Sunda.
3)       Peserta didik mengidentifikasi bentuk aksara Swaradanaksara Ngalagena.
4)       Peserta didik membaca simbol vokal dan aksara ngalagena yang ditampilkanmelalui flash card  atau multimedia (komputer).
5)       Peserta didik mengamati simbol rarangkén dalam aksara Sunda.
6)       Peserta didik bertanya jawab tentang kaidah-kaidah menuliskan rarangkén  dalam aksara Sunda.
7)       Peserta didik mengidentifikasi kaidah-kaidah menuliskan rarangkén dalam aksara Sunda.
60 menit
Penutup
1)       Guru bersama peserta didik berdiskusi untuk membuat kesimpulan kelas tentang materi pembelajaran;
2)       Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran yang telah dilakukan; 
3)       Guru memberitahukan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
4)       Guru memberikan tugas individual kepada peserta didik untuk menulis identitas pribadi menggunakan aksara Sunda; dan
5)       Guru menutup pembelajaran dengan mendoakan agar pembelajaran yang telah dilakukan bermanfaat bagi peserta didik.
10 menit

Pertemuan Kedua
Kegiatan
Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1)       Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian mengecek kehadiran peserta didik;
2)       Guru memotivasi peserta didik dengan mendoakan agar pembelajaran yang akan dilakukan berlangsung baik dan bermanfaat;
3)       Untuk menggali konsepsi awal peserta didik guru melakukan apersepsi dengan menggali informasi dan mengaitkan dengan materi pada pertemuan sebelumnya; 
4)       Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang.
5)       Peserta didik menerima informasi tentang keterkaitan antara lingkungan alam dengan dengan materi pembelajaran; 
6)       Guru memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran; dan
7)       Guru menyampaikan tehnik penilaian.
10 menit
Inti
1)       Peserta didik membaca kalimat yang menggunakan aksara Sunda.
2)       Peserta didikmenyusun kalimat sederhana menggunakan aksara Sunda.
3)       Peserta didik menyusun kalimat kompleks menggunakan aksara Sunda.
4)       Peserta didik menuliskan kalimat sederhana menggunakan aksara Sunda yang baik dan benar dengan tanggung  jawab.
5)       Peserta didik menuliskan kalimat kompleks menggunakan aksara Sunda.
60 menit
Penutup
1)       Guru bersama peserta didik berdiskusi untuk membuat kesimpulan kelas tentang materi pembelajaran;
2)       Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran yang telah dilakukan; 
3)       Guru memberitahukan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
4)       Guru memberikan tugas individual kepada peserta didik untuk menyusun grafis menggunakan aksara Sunda; dan
5)       Guru menutup pembelajaran dengan mendoakan agar pembelajaran yang telah dilakukan bermanfaat bagi peserta didik.
10 menit

Pertemuan Ketiga
Kegiatan
Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1)       Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian mengecek kehadiran peserta didik;
2)       Guru memotivasi peserta didik dengan mendoakan agar pembelajaran yang akan dilakukan berlangsung baik dan bermanfaat;
3)       Untuk menggali konsepsi awal peserta didik guru melakukan apersepsi dengan menggali informasi dan mengaitkan dengan materi pada pertemuan sebelumnya; 
4)       Peserta didik menerima informasi tentang keterkaitan antara lingkungan alam dengan dengan materi pembelajaran; 
5)       Guru memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran; dan
6)       Guru menyampaikan tehnik penilaian.
10 menit
Inti
1)       Peserta didik menyusun kalimat kompleks menggunakan aksara Sunda dalam bentuk grafis.
2)       Peserta didik menyampaikan perbaikan kesalahan penulisan kalimat menggunakan aksara Sunda yang dilakukan temannya dengan jujur, tanggung jawab dan santun.
60 menit
Penutup
1)       Guru bersama peserta didik berdiskusi untuk membuat kesimpulan kelas tentang materi pembelajaran;
2)       Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran yang telah dilakukan; 
3)       Guru memberitahukan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya; dan
4)       Guru menutup pembelajaran dengan mendoakan agar pembelajaran yang telah dilakukan bermanfaat bagi peserta didik.
10   enit



I. Penilaian Proses dan Hasil Belajar

1. Jenis/teknik penilaian
a.   Kompetensi Sikap:
     Pengamatan
b.   Kompetensi Pengetahuan:
     Tes Tulis
c.    Kompetensi Keterampilan:
     Unjuk Kerja

2. Bentuk Instrumen dan Instrumen
a. Kompetensi Sikap
Lembar Pengamatan
Mata Pelajaran               : Bahasa dan Sastra Sunda
Kelas/Semester              : VII/2
Tahun Ajaran                 : .........................
Waktu Pengamatan        : .........................

No.
Nama Siswa
“Sumanget”
“Leukeun”/
Tekun
“Tanggung jawab”
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
1.













2.













3.













Keterangan :
1.    BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh dalam belajar dan menyelesaikan tugas.
2.    MT (mulai tampak) jika menunjukkan ada usaha yang sungguh-sungguh dalam belajar dan menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten.
3.    MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha yang sungguh-sungguh dalam belajar dan menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten.
4.    MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam belajar dan menyelesaikan tugas secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

b.           Kompetensi Pengetahuan:
Soal Tes Tulis
1.         Aya sabaraha hiji aksara Swara? Pék tuliskeun hiji-hijina!
2.         Aya sabaraha hiji aksara Ngalagena? Pék tuliskeun hiji-hijina!
3.         Aya sabaraha hiji rarangkén dina aksara Sunda? jéntrékeun ngaran tur pungsina!

c. Kompetensi Keterampilan:
1.Pék jieun hiji kalimah ngagunakeun aksara Sunda, sing alus jeung bener bentuk sarta aturanana!
     2. Pintonkeun hasil jieunan hidep di hareupeun kelas, sangkan dikoréksi lamun aya kasalahan!
Lembar Penilaian Unjuk Kerja
No.
Aspék nu dipeunteun
Jumlah
1.
Karapihan tulisan: Wangun aksara, jajaran lempeng
10-20
2.
Kaajegan wangun aksara
10-20
3.
Benerna wangun aksara
10-20
4.
Benerna pananda sora (rarangkén)
10-20

Jumlah
40- 80
3. Pedoman Penskoran
(1)    Penilaian Afektif (NA)
-     Skala Skor: 1-4
-     Skor Maksimal = 3X4 = 12
-     Nilai Afektif = Skor Diperoleh X 100
        12
(2)    Penilaian Kognitif (NK)
-       Skala skor: 1-5
-       Skor Maksimal = 3X5 = 15
-       Nilai  Kognitif   = Skor diperoleh X 100
                                       15
(3)    Penilaian Psikomotor (NP)
-       Skala skor = 10 - 20
-       Skor Maksimal = 4 X 20 = 80
-       Nilai Psikomotor = Skor Diperoleh  X 100
80


v  Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, bagi siswayang sudah mencapai ketuntasan belajar diberikan kegiatan pembelajaran dengan bentuk pengayaan yaituAksara Sunda dalam Komputer dan Smartphones.

v  Remedial
Berdasarkan hasil analisis penilaian, bagi siswayang belum mencapai  ketuntasan belajar diberikan kegiatan pembelajaran dengan bentuk remedial, yaitu:
a.         Pembelajaran ulang, jika 50% atau lebih siswabelum mencapai ketuntasan.
b.         Pemanfaatan tutor sebaya, jika 11-49% siswabelum mencapai ketuntasan.
c.          Bimbingan perorangan, jika 1-10% siswabelum mencapai ketuntasan.



Soal Latihan UN SMP Bahasa Sunda


1.      Babasan panjang leungeun larapna anu merenah aya dina kalimah ….
A.    Nu panjang leungeun mah biasana sok tual-toel
B.     Budak nu panjang leungeun mah so puak-paok
C.     Doni mah panjang leungeun, da sakitu daekannana
D.    Nita mah budak panjang leungeun, nilai rapot na oge alus

2.      Bi kumaha damang? Mudah-mudahan Bibi salawasna aya dina kaayaan sehat.
Ungkara dina sempalan surat pribadi di luhur teh kaasup kana bagean…
A.    Salam bubuka                                                  C. Bubuka surat
B.     Eusi surat                                                        D. Salam Panutup

3.      Bagean surat nu nuduhkeun tempat, tanggal, bulan, jeung taun ditulisna surat nyaeta…..
A.    Bubuka                                                            C. Titimangsa
B.     Eusi                                                                 D. Panutup

Panalungtikan di Amerika kana produk olahan anu asalna tina kadele, saperti tahu jeung tempe netelakeun yen eta kadaharan teh bisa ngurangan  kadar koresterol 9,3 % dina waktu 6 nepi ka 12 minggu.
Lamun unggal poé ngadahar kadaharan tina kadelé 31 – 41 gram, bakal mampuh nahan kolesterol serum jeung kolesterol LDL. Turunna kadar kolesterol téh bakal katara pikeun anu kadar kolesterol dina awakna antara 250 – 300 mg/dl, nyaéta 7,4%. Pikeun anu kadar kolesterolna luhur pisan bisa turun nepi ka 19,6%.

4.      Kacindekan (kasimpulan) paragrap ka hiji tina sempalan esey di luhur nyaeta…
A.    Tempe jeung tahu mangrupa kadaharan nu gede gunana
B.     Tempe jeung tahu mangrupa olahan tina kadele anu ngeunah pisan
C.    Olahn tina kadele seperti tempe jeung tahu bisa ngurangan kadar kolesterol
D.    Kolesterol bisa turun ku cara dahar kacang kadele unggal poe

5.      Di antara cara anu bisa dilaksanakeun samemeh ngarang esey, iwal….
A.    Netepkeun pasualan atawa perkara nu rek ditulis
B.     Mikiran pijuduleun anu matak ngirut ka nu maca
C.     Nyusun raraga karangan
D.    Meuli heula Koran atawa majalah

6.      Memeh ngarang esey, perlu ngumpulkeun data atawa bahan tina buku, majalah, atawa internet nu tujuanna pikeun…
A.    Ngarojong eusi karangan                             C. Nyusun raraga karangan
B.     Nyieun judul karangan                                    D. Netepkeun jumlah paragraph karangan

7.      Karya sastra winangun prosa reakaan (fiksi) dina wangun lancaran tur alur caritana ngarancabang (kompleks), biasana tokohna loba, alurna panjang, latarna laluasa, tur eusi caritana nyaritakeun kahirupan sapopoe, disebut….
A.    Carpon                                                            C. Pantun
B.     Dongeng                                                         D. Novel
8.        Kecap takwa asalna tina basa arab nu hartina…..
       A. syukuran                      B. taat ka Allah                        C. sieunan                    D. éléhan
9.      Novel sunda nu pangheulana medal dina taun 1941 nyaeta…
A.    Baruang Ka Nu Ngarora karya D.K. Ardiwinata
B.     Siti Rayati karangan Muhamad Sanusi
C.     Agan Permas Karangan Yuhana
D.    Pangeran Kornel karangan R. Memed Sastrahadiprawira
10.  Unsur pangwangun novel anu eusina nyaritakeun waktu jeung tempat lumangsungna kajadian dina carita disebut….
A.    Jejer                                                                 C. Galur
B.     Amanat                                                           D. Latar
MEMENIRAN
Nagara urang nagara nu subur ma’mur. Loba tutuwuhan anu bisa dijadikeun ubar. Ngagunakeun ubar tradisional, bisa disebut leuwih aman tina efek sampingna. Salahsahiji tutuwuhan obat tradisional Indonesia diantarana memeniran. Kaasup tutuwuhan anu mujarab pikeun nyageurkeun kasakit maag.
Tangkal memeniran sering kapanggih lamun urang ulin ka tegalan, sisi kebon atawa pakarangan kosong teu kaurus. Jangkung tangkalna teu leuwih ti dua jeungkal ramo panangan déwasa. Wangunna siga tangkal asem anu dibonsay. Rupa daunna héjo aya titik-titik di bagéan handapna, watangna leutik sagédé cinggir anu rupana héjo ngora. Biasana tumuwuhna di antara jukut anu ngajejembrung.
Nurutkeun panalungtikan paraahli, ti taun 2000, memeniran resmi jadi ubar urang India. Sababaraha jenis tumuwuh subur di nagara-nagara Asia saperti Indonesia, China jeung Filiphina. Dina basa Inggris memeniran téh disebut Child Pick a Back, sedengkeun dina basa India disebut Pitirishi, Budhatri.
Kabéh bagian tina tangkal memeniran ieu, ti mimiti akar, watang jeung daun bisa dipaké ubar. Salian ti maag kasakit anu bisa diubaranana rupa-rupa kayaning infeksi liver, hépatitis, ngalancarkeun kahampangan, malaria jeung batu ginjel.

11.  Anu jadi jejer dina wacana di luhur nyaeta….
A.    Ubar tradisional                                           C. Cara melak ubar tradisonal
B.     Mangfaat tutuwuhan                                                 D. Cara ngolah ubar tradisional

12.  Artikel anu judulna “memeniran” patali jeung widang ….
A.    Atikan                                                                        C. Kasehatan
B.     Lingkungan                                                    D. Kaagamaan

13.  Ubar tradisional mah teu nimbulkeun efek samping.
Efek samping hartina......
A.     Hasiat                                                                         C. Kagunaan               
B.     Balukar tina hiji perkara                              D. Hasil tina hiji perbuatan

14.  Boga duit sautak saeutik teh tabungkeun, sing bisa…..atuh ulah jajan bae.
A.    Cikaracak ninggang batu                               C. Mipit kudu amit ngala kudu menta
B.     Ngeuret neundeun                                       D. Jati kasilih ku junta

15.  Ih, kumaha ieu teh bet……, can gawe tapi geus menta buruh.
A.    Nete taraje nincak hambalan                         C. Pacikrak ngalawan merak
B.     Pupulur memeh mantun                             D. bonteng ngalawan kadu
Isah         : “Rat, PR Basa Sunda téh tos réngsé teu acan ?”
Ratih       : “PR nu mana téa nya ?”
Isah         : “Eta geuning ngadamel sisindiran !”
Ratih       : “Oh, éta. Nu mawi abdi mah teu acan. Dupi Isah, PR-na tos bérés kitu ?”
Isah         : “Parantos, kaleresan dirorompok aya Aa, pinter ngadamel sisindiran .”
Ratih       : “Euleuh resep atuh nya ari aya nu ngabantosan  mah!
                  Abdi mah teu aya pisan nu tiasa diajak badanten. Janten sakalieun aya PR nu sesah téh sok binggung.”
Isah         : “Ah, tong bingung-bingung atuh. Sumping ka rorompok pan caket. Urang sasarengan diajar. Pun lanceuk sareng pun Biang mah pasti bingaheun geura.”
Ratih       : “Insya Alloh ka payun mah.”

16.  Saha palaku din paguneman di luhur nu boga maksud ngajak ngarengsekeun PR?
A.     Isah                                                                C. Lanceuk Isah
B.     Ratih                                                              D. Lanceuk Ratih

17.  Naon Sababna ratih ngarasa bingung?
A.     Sabab teu boga lanceuk                                  C. Sabab PR-na can anggeus
B.     Sabab geus bisa ngarengsekeun PR                D. Sabab taya nu bisa diajak badami
18.  Ieu di handap mana kecap barang anu nuduhkeun alat?
A.     Paneunggeul                                                  C. Mobil
B.     Imah                                                               D. Lembur

19.  Pagelaran drama anu dipintonkeun disebut….
A.     Rampak sekar                                                            C. Aransemen
B.     Wirahma                                                        D. Gending karesmen

20.  Mana kalimah langsung anu bener!
A.     Saha anu teu sakola?                                              
B.     “Keur naon gunana memeniran teh?” Iwan nanya.
C.     Iraha rek indit ka Jakarta teh?                                
D.     Iwan nanyakeun gunana memeniran teh.

About

About

loading...

Hakikat Kemampuan Anak Taman Kanak-Kanak dalam Berhitung

Salah satu unsur yang ada didalam matematika adalah kemampuan berhitung. Menurut Copley (2001:55) berhitung merupakan komponen penting dal...

Search This Blog

Translate