Wednesday, February 12, 2020

Membangun Karakter Takut Tuhan Di Usia Dini



Berbicara tentang karakter pada pertumbuhan iman anak dari usia sejak dini berarti kita tidak bias lepas dari konsepsi Alkitab yang mencatat tentang penugasan kepada orang tua untuk mengajarkan Firman Tuhan kepada anak-anaknya. Itu sangat jelas dalam kitab Ulangan 6:6-7 berbunyi :
“Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah enkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Dengan membaca ayat ini kita dapat mengerti bahwa betapa Allah sangat menekankan kepada kita yang lebih tua untuk membangun karakter Tuhan kepada anak usia dini.  Allah juga menegaskan bahwa perintah Allah wajib disampaikan kepada setiap generasi, khusus sejak usia dini.  Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan membangun karakter takut Tuhan sejak usia dini, sehingga anggota masyarakat mempunyai kesadaran.
Dari mana asalmu tidak penting, ukuran tubuhmu juga tidak penting. Ukuran otakmu cukup penting, ukuran hatimu itulah yang sangat penting. Karena otak (pikiran) dan kalbu hati yang paling kuat menggerak seseorang itu “bertutur kata dan bertindak”. Simak, telaah, dan renungkan dalam hati apakah telah memadai wahana pembelajaran memberikan peluang bagi peserta didik untuk multi kecerdasan yang mampu mengembangkan sikap-sikap, integritas dan itu harus diajarkan sejak usia dini.
Untuk mencapai maksud tersebut maka pendidikan dalam keluarga Kristen dan Sekolah Kristen harus dilandaskan pada amanat Tuhan Yesus” “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan pertama. Dan hukum yang kedua yang sama dengan itu ialah : Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Sebab pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum taurat dan kitab para nabi” (Matius 22:37-40). Dan kemudian tidak kalah penting tanggung jawab guru sebagai pendidik dan Pembina anak di luar rumah, sebab setiap anak pasti mengalami pendidikan formal di sekolah.
Sebab pada masa anak-anak merupakan masa yang paling peka dalam kehidupan seseorang. Di mana anak pada masa ini masih berada pada periode ketergantungan dan pertumbuhan sebagai persiapan untuk menerima rangsangan dari lingkungannya. Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa : “ Masa anak-anak adalah masa kehidupan antara dua tahun sampai pubertas.” Pada masa ini anak mulai mengembangkan kepribadiannya dan membentuk dirinya dan sifat-sifat yang akan ia miliki seumur hidupnya.
Singgih Gunarsa mengutip apa yang dikatakan oleh Sigmund Freud dan Erik H. Erikson bagaimana pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai berikut :
Pentingnya sejak dini  anak memperoleh dasar-dasar yang baik pada masa-masa permulaan dari kehidupan anak, supaya kelak setelah mereka dewasa tidak mengalami gangguan-gangguan emosi atau gangguan kepribadian yang berarti. Dan menurut Erikson tahun-tahun pertama dari kehidupan anak penting sekali untuk menanamkan dasar kepercayaan orang lain. Sebab seorang anak yang tidak mengalami dan mendapatkan kasih sayang dan kepuasan dari kebutuhan-kebutuhannya, akan mengalami kegagalan dalam memperkembangkan kepercayaan kepada orang lain dan oleh karena akan mengganggu hubungan-hubungan sosialnya di kemudian hari. Yang penting sebagai seorang guru kita harus mengetahui bahwa sebagian besar kehidupan anak berada di sekolah seperti yang dikatakan oleh Singgih D. Gunarsa sebagai berikut: “Empat sampai lima tahun pertama permulaan hidupnya lebih banyak ia habiskan di rumah bersama-sama dengan keluarganya. Tetapi sejak ia mulai menginjak bangku sekolah Taman Kanak-kanak, maka dunianya bertambah luas. Ia bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Di sekolah guru menjadi tokoh utama dalam mengembangkan keseluruhan eksistensi seorang murid. Myer Pearlman mengatakan bahwa : “ Dalam masa ini seorang mudah berubah, sanggup memahami hal-hal yang serius dari kehidupan, dan mudah menerima Injil. Sebab itu, masa ini adalah masa yang tepat untuk mempersiapkan anak itu untuk menerima Kristus.”
Jadi pembinaan kerohanian yang diberikan kepada anak sejak usia dini, dapat mempengaruhi pertumbuhan iman mereka, dan ini juga merupakan suatu tindakan yang preventif untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja. Karena anak-anak sudah dibekali dengan pendidikan Kristen mempunyai dasar kerohanian yang kuat, sehingga tidak mudah lagi diombang-ambingkan oleh pengaruh yang negatif yang akan ia hadapi pada masa remajanya nanti.

Pentingnya Membangun Karakter



Karakter merupakan totalitas ciri pribadi membentuk penampilan seseorang atau obyek tertentu. Ciri-ciri personal mempunyai karakter terdiri dari kualitas moral dan etis: kualitas kejujuran, keberanian, integritas, reputasi yang baik, semua nilai tersebut di atas merupakan sebuah kualitas yang melekat pada keaktifan individu.
Karakter adalah watak, sifat, atau hal-hal yang sangat mendasar yang ada pada diri seseorang. Karakter adalah sifat bathin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran, perasaan dan perbuatannya.
Karakter ibarat pisau bermata dua. Karakter memiliki kemungkinan akan membuahkan dua sifat yang berbeda atau saling bertolak belakang. Contoh, anak yang memiliki keyakinan tinggi. Hal ini akan menumbuhkan sifat berani sebagai buah keyakinan yang dimilikinya atau justru sebaliknya memunculkan sifat sembrono, kurang perhitungan karena terlalu yakin akan kemampuannya. Begitu besar pengaruh karakter dalam kehidupan seseorang. Maka itulah pembentukan karakter harus dilakukan sejak usia dini.
Karakter adalah jawaban mutlak untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di dalam masyarakat. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata karma, budaya, dan adat istiadat.
Membangun karakter anak usia dini yang takut Tuhan yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak menjadi pribadi yang cerdas dan baik, melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku baik bagi perubahan dalam dirinya atau hidupnya sendiri, yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi lebih baik.
Coba ingat sejenak cara orang tua, pengasuh maupun orang-orang bermakna menamai, memanggil, menyapa, memperlakukan dan menghargai kita. Ada pesan yang baik serta masukan yang mendukung. Keluarga adalah lingkungan awal pembentuk sikap, pola pikir, dan kebiasaan hidup kita. Ayah, ibu atau mereka yang telah membesarkan menanamkan pengaruh melalui tindakan disiplin, lewat perkataan dan perbuatan serta keteladanan. Psikiater Kristen Paul D. Meier menegaskan bahwa 85 persen dari karakter dasar kita sebenarnya sudah terbentuk pada usia enam tahun pertama dalam konteks keluarga. Banyak sifat dan kebiasaan baik kita dapatkan dari keluarga, berguna untuk kehidupan sekarang dan masa depan. Tercakup ke dalamnya sikap mengutamakan Tuhan, bertanggung jawab, tertib, taat dan hormat kepada orang tua. Namun, tidak sedikit yang buruk tentunya seperti gampang marah, tidak tertib, atau tidak disiplin, atau kebiasaan berteriak guna menuntut perhatian orang lain. Sekolah sebagai lingkungan sosial ikut membentuk akhlak. Melalui interaksi setiap hari di kelas, banyak anak menyerap nilai dari sikap serta perilaku guru dan teman-teman sebayanya. Sikap guru yang bijak dan adil dapat membangun potensi sikap positif dan percaya diri para murid anak usia dini.
Adalah sesuatu yang telah dipahat dalam hati sehingga merupakan tanda yang khas, karakter mengacu pada moralitas kehidupan sehari-hari. Karakter bukan merupakan kegiatan sesaat, melainkan kegiatan konsisten muncul baik secara batiniah dan rohaniah.
Karakter mengacu pada kebiasaan berpikir, berperasaan, bersikap, berbuat. Karakter erat dengan pola tingkah laku.
Membangun karakter anak usia dini yang takut akan Tuhan, akan terbentuk sebagai hasil pemahaman-pemahaman hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship) yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar) dan hubungan dengan Tuhan (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu tumbuhkan pemahaman karakter positif pada diri anak sejak usia dini. Salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya.
Informasi dan pelajaran yang diajarkan guru ikut membentuk nilai hidup, iman dan watak anak didik. Pelajaran pengembangan budi pekerti seperti yang marak akhir-akhir ini, jelas akan membantu pembentukan karakter murid. Jika dikelola dengan baik, pelajaran agama Kristen (PAK) yang disampaikan guru kepada murid diharapkan mampu membentuk kualitas iman kepada Allah dalam Yesus Kristus. Namun, hal sebaliknya dapat terjadi. Di sekolah anak tekun belajar agama, tetapi justru semakin tidak menyukai Alkitab dan hal-hal yang diajarkan mengenai Kristus. Proses dan materi pengajaran tidak membuahkan perubahan spiritual secara positif. Mungkin sekali guru yang kurang professional dan kurang imanlah penyebab munculnya pengalaman negatif itu. Sebab, tidak sedikit guru PAK yang meragukan Alkitab adalah firman Allah, selain belum memiliki pengalaman perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus. Bagi mereka menjadi guru PAK semata-mata adalah sebuah profesi untuk menopang kehidupan, tidak sebagai panggilan khusus.

SITU BAGENDIT



Jaman baheula di hiji lembur aya randa beunghar, ceuk paribasana beungharna Nyi Randa téh éstu lubak-libuk sagala boga. Kakayaanana bru di juru bro di panto.
lustrasi: Mangle
Éta Nyi Randa téh katelahna Nyi Endit. Awakna jangkung rada ngeusi tapi sorana cempréng. Mun pareng nyarékan bujangna atawa barudak sok laklak dasar bari sorana matak katorékan. Rupana henteu geulis kitu wé saperti urang lembur nu séjén kasebut ngan ukur jajar pasar. Tapi lantaran perbawa kabeungharanana, manéhna asa panggeulisna di lembur éta téh. Sapopoé gawéna ngan ukur midang némbongkeun papakéan jeung perhiasan emas berlian anu sarwa alus. Kongkorong emasna sagedé nyéré digantelan ku liontin sagede jengkol. Beulang kénca katuhu bari alina reunceum dina ramona. Jaba ti éta antingna guntang-gantung beuki tambah gonjleng. Dahareunana, unggal poé ngajagrag dina méja. Iwal ti sangu jeung deungeunna dina méja séjén aya rupa-rupa bangbuahan. Éta kadaharan anu sakitu ngaleuyana téh éstu tara kasoro ku batur, sanajan di imahna téh aya nu babantu. Jadi sanajan loba dahareun gé, Nyi Endit mah tara daék barangbéré ka batur. Tah najan paparéntah kana gawé mah ceréwéd pisan ka bujang téh ari muruhan mah itungan pisan. Ku kituna, ku urang dinya mah Nyi Endit téh katelah Nyi randa medit. Batur salemburna geus apal pisan, meditna Nyi Endit lain baé karasa ku bujang-bujangna tapi ogé karasa ku batur salemburna. Nyi Endit mah tara daék campur jeung urang lembur da cenah sieun karebut harta bendana, tara daék méré sumbangan keur nu miskin. Mun pareng aya nu baramaén ngalanto ka buruanana sok nitah bujangna ngabuburak, ngusir nitah jaun ulah asup ka buruan. Di lembur éta Nyi Endit siga pisan nu hirup sorangan teu maliré ka tatangga, tara daék nulung ka nu butuh tara daék nalang ka nu susah. Sapopoéna nu diriksa ditalingakeun téh ngan ukur harta bandana, sieun aya nu leungit sieun aya nu maling. Leuit nu ngajajar digembok dikoncian, pakéan ditumpuk-timpuk dilomarian, duit disumput-sumput dina handapeun kasur.

Dina hiji poé ka buruanana aya hiji aki-aki. Awakna begéng bari geus bongkok, maké dudukuy samak geus rawing, léngkahna dibarengan iteuk, pakéanana rudin kuleuheu. Éta aki-aki teu kanyahoan ti mana jolna ujug geus ngajengjen hareupeun panto bari pok uluk salam ka nu boga imah. “Assalamualaikum, nu kagungan bumi aya linggih? Punten aki kamawantun … nyuhungkeun sangu sakedik mah… lapar aki téh”. Kitu pokna bari brek diuk dina émpér.
Barang Nyi Endit ngadéngé aya nu pupuntenan bari rék ménta sangu, gancang baé mukakeun panto. Nyi Endit ngabedega dina panto bari tutunjuk, pok ngagorowok “Naon ménta sangu.. naha kami boga dahareun téh beunang barangpénta kitu. Lapar... Usaha atuh lain baramaén”. Nyi Endit pohara ambekna kadatangan aki-aki téh. Lin baé tutunjuk ngusir tapi bari jeung nyuntrungkeun aki-aki ti émpér ka buruan. “Ka ditu indit montong datang ka dieu” bari nitah badegana ngusir aki-aki ti buruanana. Aki-aki teu bisa kumaha, terus ka luar ditungtun ku tukang kebon. Hatena pohara nyerina ngadéngé babasan Nyi Endit anu kasar, ngusir asa popohoan pisan. Barang geus kaluar ti buruan Nyi Endit, éta aki-aki téh teu aya nu nganyahoankeun kamana léosna, tingal iteukna wé nanceb diburuan Nyi Endit, poho mawa meureun aki-aki téh. Ambekna Nyi Endit acan leler, rét kana iteuk anu nanceb, sérénténg baé, iteuk dicabut bari dibalangkeun ka jalan. Tapi anéh bin ajaib, tina tapak iteuk dicecebkeun téh bet bijil cai mancer kaluhur. Beuki lila beuki gedé ngaburial ti jero taneuh nepi ka ngagulidag minuhan buruan. Nyi Endit pohara reuwasanana, manéhna gogorowokan ka bujang-bujangna nitah nyocokan liang cai. Tapi cai lain ngorotan malah beuki gedé, terus lebleban ngeueum sagala nu aya kaasup imah jeung harta banda Nyi Endit. Nyi Endit jejeritan ménta tulung bari teu leupas ngagagandong harta emas berlianana. Tatangga boro-boro hayang nulungan, kabéh mupuas da bongan manéhna gé tara daék tutulung ka batur. Cai anu bijil tina iteuk aki-aki téa beuki gedé ngumpul ngabalong. Imah Nyi Endit ngalelep kakeueum cai, Nyi Enditna tembong ngangkleung di tengah cai bari keukeuh nanangkeup gembolan barang-barangna. Teu kungsi lila Nyi Endit teu tembong deui ngilu tilelep ka jero cai. Éta cai nu terus ngagulidag, beuki lila terus ngabalong gedé pisan nepi ka jadi situ. Éta situ nepi kiwari katelah Situ Bagendit. Pernahna di wewengkon Kabupaten Garut.

SOAL PTS PAK KELAS 5 SMS 2




I. Isilah titik-titik berikut dengan benar !
1.         Ananias diutus Tuhan untuk menemui……..
2.         Pengajaran Tuhan Yesus dibenci oleh……..
3.         Saulus dituntun ke kota Damsyik oleh……..
4.         Saulus diinapkan di rumah……..
5.         Seorang yang sudah hidup baru dijadikan……..
6.         kepada hati yang sedih, Roh Kudus memberi…………
7.         Roh Kudus tidak bisa dilihat karena berwujud………
8.         Rasul Paulus memberitahukan ……..tentang Tuhan Yesus
9.         Anak Tuhan tidak boleh berputus asa karena…….akan menguatkan kita
10.      Kita dapat mengundang Roh Kudus sewaktu-waktu dalam…….

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan tepat!
1.       Mengapa perubahan diperlukan oleh manusia?
2.       Jelaskan arti berubah dalam hidup manusia!
3.       Mengapa Allah disebut Roh?
4.       Jelaskan yang disebut Allah Tri Tunggal!
5.       Jelaskan tugas Roh Kudus!




SOAL PTS PAK KELAS 6 SMS 2


I. Isilah titik-titik berikut dengan benar !
1.       Setiap orang yang sudah mendapatkan hikmat dan didikan, harus menerapkan semua itu untuk memuliakan………
2.       Dengan belajar, kita bisa menjadi pandai dan mengetahui……..
3.       Kepada Tuhan, Raja Salomo meminta……….
4.       Orang men jadi bodoh bukan karena ia dilahirkan demikian tetapi karena ia…………..
5.       Mazmur 4:8 menuliskan bahwa kegembiraan itu berasal dari……..
6.       Nilai di atas kertas penting, tetapi lebih penting cara memperoleh nilai yaitu…………dan…………
7.       Bila menang dalam bermain, kita tidak boleh…………
8.       Bermain game online harus menggunakan………..
9.       Pelayanan untuk orang miskin disebut pelayanan ………..
10.   Nyatakanlah apa yang salah, berarti “memberitahu orang-orang bahwa mereka salah” atau…………

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar !
  1. Tuliskan yang diminta Raja Salomo kepada Tuhan sesuai dengan 1 Rja-Raja 3:5-10!!
  2. Apakah artinya belajar memberi makna atas apa yang dilihat, direncanakan, dan dilakukan!
  3. Bagaimanakah yang dimaksud permainan yang memuliakan Tuhan !
  4. Sebutkan macam-macam permainan tradisional !
  5. Jelaskan tugas seorang hamba Tuhan menurut 2 Timotius 4:1-8 !







Friday, February 7, 2020

Tujuan dan Dampak Harga

b. Tujuan Penetapan Harga
                        Menetapkan tujuan berdasarkan harga, merupakan pekerjaan yang paling fleksibel. Dapat diubah dengan cepat sejalan dengan perubahan pasar termasuk masalah persaingan harga. Secara umum penetapan harga bertujuan untuk mencari laba agar perusahaan dapat berjalan. Dalam kondisi persaingan yang semakin kuat, tujuan mencari laba secara maksimal dalam praktiknya akan sulit dicapai. Oleh karena itu manajemen dapat tujuan penetapan harga lain. Misalnya tujuan beroreintasi pada volume sebagai strategi mengalahkan atau mengatasi persaingan, tujuan stabilitasi harga didasarkan pada strategi menghadapi atau memenuhi tuntutan persaingan, demikian juga tujuan beroreintasi pada citra melalui program diferensiasi produk atau dengan jalan melayani segmen pasar khusus, sekaligus tidak perlu harus jotosan harga dengan pesaing. Berbeda dengan tujuan berorientasi pada volume dan stabilisasi, perusahaan tambah pekerjaan karena harus dapat menilai tindakan-tindakan pesaingnya (Hasan, 2013: 522-523).
                        Di dalam  menentukan kebijakan penetapan harga, dapat dilihat dari beberapa prosedur Yaitu :
            1. Memilih tujuan penetapan harga
            2. Menentukan permintaan
            3. Memperkirakan biaya
            4. Menganalisis biaya, harga dan penawaran pesaing
            5. Memilih metode penetapan harga
            6. Memilih harga akhir

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Harga
                        Keputusan tentang harga yang baik adalah apabila mampu mencerminkan seluruh kepentingan perusahaan, oleh karena itu perusahaan harus paham betul faktor-faktor yang secara langsung akan mempengaruhi tingkat harga yang akan ditentukan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan harga sebagai berikut :
            1. Kondisi perekonomian
            2. Tujuan perusahaan
            3. Faktor legal dan etis
            4. Bauran pemasaran
            5. Biaya
            6. Ukuran bisnis
            7. Persaingan
            8. Karakteristik produk
            9. Sifat pasar
            10. Perminataan dan penawaran
Walaupun terdapat berbagai macam cara untuk menetapkan daftar harga, namun pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. 1. Harga jual yang ditetapkan berdasarkan biaya, dan 2. Harga jual yang ditentukan berdsaarkan perhitungan faktor persaingan di pasar ( Hasan, 2013: 527).
d. Dampak Harga
                        Setiap perusahaan berupaya untuk memanfaatkan peluang atau kesempatan yang terdapat dalam keunggulan komparatif di dalam negeri, sehinga perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif yang diperoleh suatu perusahaan tercermin dari kemampuannya untuk berproduksi dengan biaya yang relatif murah dengan memanfaatkan keunggulan bahan baku, tenaga kerja dan modal bagi produk dengan tingkat kemampuan atau kualitas yang lebih baik yang memanfaatkan tersedianya teknologi maju dan kegiatan Research & Development (R&D) yang mendukung.
                        Kualitas dari suatu produk sangat dipengaruhi oleh pandangan para konsumen. Di samping itu, keberhasilan perusahaan dalam persaingan sangat ditentukan oleh tingkat kualitas produk yang dihasilkan dan dipasarkan yang mempengaruhi posisi produk di pasar (Assauri, 2008 : 363).

Pengertian Harga


          Hal pertama yang perlu disadari oleh setiap pengusaha ialah apa saja sebenarnya yang diharapkan oleh para pembeli dengan membayarkan sejumlah uang tertentu untuk membeli hasil produksinya itu, bagi para pembeli, harga bukanlah sekedar nilai tukar barang atau jasa. Harga adalah nilai tukar barang atau jasa dan berbagai macam manfaat lain yang bersangkutan dengan barang atau jasa.
Dalam mengembangkan strategi dan program penetapan harga menyebutkan bahwa :

Harga adalah salah satu elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; elemen lain menghasilkan biaya. Mungkin harga adalah elemen termudah dalam program pemasaran untuk disesuaikan; fitur produk, saluran, dan bahkan komunikasi membutuhkan lebih banyak waktu. Harga juga mengkomunikasikan positioning nilai yang dimaksudkan dari produk atau merek perusahaan ke pasar. Produk yang dirancang dan dipasarkan dengan baik dapat dijual dengan harga tinggi dan menghasilkan laba yang besar (Kotler dan Keller, 2008: 67).
          Bagi konsumen, bahwa harga merupakan segala bentuk biaya moneter yang dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh, memiliki, memanfaatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelauanan dari suatu produk. Bagi perusahaan, penetapan harga merupakan cara untuk membedakan penawarannya dari para pesaing.
          Harga bukan hanya angka-angka di label harga. Harga mempunyai banyak bentuk dan melaksanakan banyak fungsi. Sewa, uang sekolah, ongkos, upah / fee, bunga, tarif, biaya penyimpanan, gaji dan komisi semuanya merupakan harga yang harus anda bayar untuk mendapatkan barang dan jasa. Harga juga terdiri dari banyak komponen. Jika anda membeli mobil baru, harga yang tertera dapat disesuaikan dengan rabat dan insentif.
          Sepanjang sejarah, harga ditetapkan melalui negosiasi antara pembeli dan penjual. Tawar-menawar masih sering dilakukan di beberapa bidang. Menetapkan satu harga untuk semua pembeli adalah ide yang relatif modern yang timbul bersama perkembangan perdagangan eceran skala besar pada akhir abad ke Sembilan Belas. F.W. Woolworth, Tiffany and Co., John Wanamaker dan lainnya mengiklankan “kebijakan satu harga yang ketat” karena mereka menjual begitu banyak barang dan mengawasi begitu banyak karyawan.
            Dulu, harga beroperasi sebagai determinan utama pilihan pembeli. Konsumen dan agen pembelian mempunyai lebih banyak akses pada informasi harga dan pemberi diskon harga. Konsumen menekan pengecer untuk menurunkan harga mereka. Pengecer menekan produsen untuk menurunkan harga mereka. Hasilnya adalah pasar yang ditentukan karakternya oleh diskon besar-besaran dan promosi penjualan (Kotler dan Keller, 2008: 68).

Wednesday, February 5, 2020

Kecap Asal


A. Kecap Asal
            Kecap asal nyaeta : Kecap anu tacan dirapeabah di rarangkenan, boh dilebah wangunanana. Kecap asal heunteu meunang dipandakeun deui, tanpa leungit hartina saperti : jalma, budak, sato, kuda, tangkal, dahar, peuteuy, karang, batu, sangu, cai dst.
            Sakapeung tina sawatara kecap asal sok bisa keneh dikanyahokeun jangkarna saperti : mentas, reuntas, méntas, gétas, tutas, jangkarna tas anu ngandung harti patang. Ikét, rukét, pukét, likét jangkarna “kit” anu nuduhkeun hartina dalit ngahiji. Elar, jalar, lalar, tétélar jangkarna lar = Panjang, nanjang.
            Balém, kalém, tilém, kulém jangkarna lém = nutup, leungit; katon,pinton, panon, slaaton, tengton jangkarna ton = tenjo dst. Jadi kecap-kecap anu sarua jangkarna boga dasar nu sarua.
            Aya deui kecap-kecap anu meh sarua tulisanana sarta boga hartina dasar anu sarua deuih, saperti : geutah jeung geutih, suku jeung soko, tangguh jeung tanggoh, kurang jeung kirang, galar jeung galur, tanah jeung taneuh, geulang, gilung, galang, galing, kalang, kalung, kaling, borok, buruk, bérék, djst.
            Kecap anu kitu disebutna : Kecap sawanda leuwih tetela sawandana, umpama eta kecap-kecap ditulis ku aksara sunda : bedana ngan ukur dina “rarangkenan” (panghulu, pamépét, panyuku djst).
            Makena teu beunang dipacorokeun upama : suku kuring getihan, teu bisa diganti ku soko kuring geutahan.
            Anu sok beunang dipacorokeun makena mah nyaeta : kecap saharti, tegesna kecap-kecap anu sarua atawa meh sarua hartina sanajan sakapeung heunteu keuna pisan. Kecap saharti mah rereana bisa dipake ngaganti kecap saharti nu sejen, saperti : Naha bet kawas semah, make kudu ditawaran.
               Naha bet cara semah, maka kudu ditawaran
               Si Kabayan jalma miskin tur geus kolot
               Si Kabayan jalma malarat sarta geus aya umur
   Ku sabab geus poek kuring nyeungeut lampu            
   Lantaran geus poek kuring ngahurungkeun damar
kecap-kecap saharti teh dina basa asing disebutna : synonym. Sabalikna tina synonym nyaeta : homonim. Ieu mah kecap anu ngandung harti leuwih ti hiji.
Contona :
Jero      1. : sabalikna tina luar
            2. : sabalikna tina deet
palay    1. : lemesna tina hayang
            2. : lemesna tina tunduh
            3. : lemesna tina cape
pati      1. : kapala (bupati, senopati)
            2. : paeh (bela pati, kapati-pati)
            3. : aci (cipati)
            4. : teu sabaraha (teu pati beuki ) djst.


  1. Panghulu gunana pikeun ngarobah huruf a jadi i
  2. Panyuku gunana pikeun ngarobah huruf a jadi u
  3. Panolong gunana pikeun ngarobah huruf a jadi o
  4. Paneling gunana pikeun ngarobah huruf  a jadi é
  5. Pememet gunana pikeun ngarobah huruf a jadi eu
  6. Pamaeh gunana pikeun ngaleungitkeun vokal a

Sajak
Contoh sajak : anu make lagam, intonasi, eusina.
Ciri sajak, aksenna
Tengah peuting jeumplang jeumpling è digunakan aksen gabungan sababaraha aksen anu dihijikeun.
d. Aksen Randegan





Pusatna tina sora teh tina pita


Pusatna tina sora teh tina pita
Sora hartina : gambarna huruf
1. vokal           : mandirin
2. konsonan : teu bisa cicing sorangan
   (wianjana)
Cacarakan : hana caraka data sawala pajayanya maga banga
Ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, ja, ya, nya, ma, ga, ba, nga.
Vokal : teu aya hurup ngarangkeup
Engang hartina : hiji vokal anu diruntuykeun jeung konsonan
Gunana engang keur misahkeun kalimah
Sora : hiji parabot pikeun ngedalkeun eusi hate anu
Jangkar kecap : hiji engang anu menta pangwangun kecap sarta ngandung harti
Kecap asal : keca anu encan di nanaon

* Lagu Basa *
Lagu basa teh kacida pentingna. Anu kaasup lagu basa nya eta :
1.      aksen dinamis (aya engang anu dikedalkeunnana kalawan sora anu leuwih tarik) : Aduh ! , kayah !, bangsat ! pangpangna dina basa asing katarana aksen dinamis teh : saperti dina basa Inggris nyebut kecap anu teu dipake dina kalimah oge kudu make aksen : ta-bel, fa-ther
2.      aksen temporal (aya engang-engang anu dikedalkeunnana di panjangkeun atawa dililakeun)

      Bade ka paaaasar, maaangga, sawiiios

3.      aksen melodis (kalimat teh ngalagu)
      Bade ka paaasar. Dina basa sunda anu pang pentingna aksen melodis. Aksen nu dua dua wujudna ge ngan dina kalimat bae, sanajan kalimahna ngan diwangun ku sakecap.
Kecap-kecap basa sunda nu ngabogaan aksen dinamis nu anggal, kumaha fungsina dina kalimah bae.
contoh  : Kuring moal milu
                        kuring mah moal milu !
                        cekeng moal milu “ kuring mah
                        guera teungeutkeun, dina unggal kalimah soson-soson
Kecap beda-beda laguna
            Komo dina basa lemes mah, lagu teh penting pisan. Lagu dina lemes disebutna euntang. Loba kecap anu sarua dina basa kasar jeung basa lemes, ngan jadi lemesna teh nya eta ku euntang tea.
Contona :        Mana buku teh ?
                        Jawab nu sedeng         : “ Dina lamari !”
                        Jawab nu kasar            : “Dina lomari “!”
                        Jawab nu lemes           : “Dina lomaaari.”
A. Randegan : kalimah anu dieureunkeun pikeun mere harti
            Contona :        Bapak kuring / geuring
                                    Bapak / kuring geuring

Sora, Engang, Kecap jeung Kalimah

V. Sora
Rupa-rupa sora anu ngawujudkeun basa sunda ku aksara laten digambarkeunnana ku :
A. Vokal (Vokaal) atawa aksara sora nyate : a, i, u ê, o, é, eu,
Dina basa Sunda teu aya vokal rangkap  atawa diptang
Partai (Ind) = partey (Sd)
B,  konsonan atawa wianjana nyaeta :
h, n, ty, r, k, d, t, s, w, l, p, dj, j, ny, m, g, b, ng
Konsonan dikedalkeunnana dina cacarakan sunda make vokal a, jadi :
Ka, na, ca, ra, ka djst. (ngalaguna)
Sakabeh wianjana anu ditulis kudu diucapkeun kalawan eces, saperti : tidak heunteu dibaca tida, diburuhan heunteu dibaca diburuan.

VI. ENGANG

1. Vokal mangrupa : 1) engang, upamana
a dina kecap a – rak
i dina kecap i – tu
u dina kecap u – rang djst.
            Ari konsonan mah bisana jadi engang teh kudu ditambahan ku vokal, upamana :
Ka, ne, ci, ra, ku, ah, eh, an djst.

VII. KECAP

Kecap bisa diwangun ku hiji engang saperti : Ah, duh, ti, ka, nu, jeung, di djst, tapi bisa oge ku dua engang atawa kawih, saperti : hi – ji, du – a, a – nak, je – le – ma, ba – ba – ri, pe – pe – ta djst.

VIII. JANGKAR KECAP JEUNG KECAP ASAL

Bisa jadi asalna ma kecap teh lolobana ngan 1 engang, upamana :
Ngebut bisa jadi asalna tina but
Gebrug bisa jadi asalna tina brug
Beledug bisa jadi asalna tina dug, djst.
“But,brug, dug” djst ngaranna jangkar-kecap. Ari gebut, gebrug, beledug ngaranna kecap asal. Engang panambahna : gé, bé, lé, djst. Lain rarangken tapi pangwangun kecap (Formant, formatible).

IX. KALIMAH
Kalimah nya eta 1 bagian basa nu pangpondokna pikeun ngeudalkeun eusi hate. Kalimah bisa diwangaun ku 1 kecap, upamana :….aduh !”, Euleuh!”, Euy !” tapi biasana mah ku leuwih 1 kecap upamana :
Meja buleud                            Mang Ata nulis surat
Kuring diuk                             kamana ari jalan ka Cikalong ? djst

Eces : jelas

Rupa-rupa lingkungan Basa



Jaba ti Basa umum, nya eta basa nu dipake ku balarea aya deui basa babakuna mah kecap-kecap anu dipake dina lingkungan-lingkungan anu tangtu umpamanana :
  1. Basa lingkungan kulawarga :
a. basa budak                          c. basa mojang
b. basa jajaka
  1. Basa lingkungan sosial
a. basa padagang                                 c. basa pasantren
b. basa patani                                      d. basa ahli (rupa-rupa seni)
e. basa ahli sport
  1. Basa wewengkon ( dialek)
Contona : 1. Basa budak : emam, bobo, ibak      
                        Basa jajaka : Pak abdi nembe dongkap
  2.  Basa padagang : barang goreng

                                Basa Patani : pecat saweud, ngawalaku

Pecat saweud : ngalaan saweud dina beukeung munding nangtukeun geus jam 11 beurang
Basa pasantren : ustadah : guru awewe
Basa seni : jang teunden di hareupen
basa ahli sport : basa anu geus dijadikeun basa sasapoe contona :  ngawea, aut, lesmen
                                    basa wewengken : basa sateumpat : angkin,saalit, keudek (arek)
                                                                                               Pwk, sukabumi, kuningan

About

About

loading...

Hakikat Kemampuan Anak Taman Kanak-Kanak dalam Berhitung

Salah satu unsur yang ada didalam matematika adalah kemampuan berhitung. Menurut Copley (2001:55) berhitung merupakan komponen penting dal...

Search This Blog

Translate