Sunday, November 1, 2020

Pupuh Pangkur

 

Pangkur

Seja nyaba ngalalana

Ngitung lembur ngajajah milangan kori

Heunteu puguh nu dijugjug

Balik paman sadaya

Nu timana tiluan semu rarusuh

Lurah begal ngawalonan

Aing ngaran Jayapati

 

Euleuh itu budak gembul

Awak gembru bayuhyuh gawena kedul

Ukur heuay jeung nundutan

Ka sakola unggal poe kabeurangan

He barudak tong nurutan

Ka nu gembul kokomoan

Bisi kedul jeung ogoan

Awal akhir katempuhan

Orang Yang Selalu Bersyukur

 


 

            Di sebuah desa yang subur hiduplah seorang petani. Pak Rejo nama petani itu. Pak Rejo memiliki beberapa petak sawah dan seekor kerbau yang membantunya membajak sawah.

            Suatu pagi istri Pak Rejo mengeluh, karena kerbau yang dimilikinya kurus. “Pak, tukarkan kerbau ini ke pasar saja!” kata Bu Rejo. “Memangnya kenapa, Bu?” jawab Pak Rejo. “Kerbau ini yang membantuku membajak di sawah. Kalau kerbau ini kubawa ke pasar, aku membajak sawah dengan apa?” kata Pak Rejo kemudian. “Tukarkan kerbau kurus ini dengan kerbau yang lebih sehat!” kata Bu Rejo. “Baiklah, aku akan membawanya ke pasar!” jawab Pak Rejo kemudian.

            Pagi itu, Pak Rejo membawa kerbaunya ke pasar. Di tengah jalan, Pak Rejo bertemu orang yang membawa kambing. Pak Rejo berniat menukar kerbau miliknya dengan kambing itu. “Ah, aku akan menukar kerbau ini dengan kambing itu. Kambing dapat beranak lebih cepat dari kerbau dan aku tidak perlu kandang besar untuk memeliharanya,” gumam Pak Rejo. “Bagaimana kalau aku menukar kambingmu dengan kerbau ini?” kata Pak Rejo. “Tentu saja boleh!” balas pemilik kambing. Pak Rejo berpikir sejenak, kemudian Pak Rejo meneruskan langkahnya ke pasar. Ia kemudian bertemu orang yang membawa ayam. Pak Rejo berpikir, ayam akan menghasilkan banyak telur, sehingga ia dapat makan telur ayam setiap hari. Apabila telur-telur itu ditetaskan, pasti ia akan memiliki banyak ayam. Akhirnya Pak Rejo menukarkan kambing yang dibawanya dengan ayam.

            Pak Rejo sangat senang dan ia pulang ke rumah. Sampai di rumah, ia menceritakan perjalanannya dari rumah ke pasar pada istrinya. Istrinya marah dan berkata bahwa Pak Rejo dungu. Tetapi Pak Rejo tidak menghiraukan istrinya, dan merawat ayam itu. Suatu hari, ayam Pak Rejo bertelur. Setelah Pak Rejo pergi ke kandang untuk mengambil telur ayam, Pak Rejo heran karena telur itu adalah telur emas. Setiap hari ayam itu terus bertelur emas. Pak Rejo menukar telur emas itu dengan perangkat rumah dan ia menjadi orang terkaya di kampungnya. Pak Rejo beryukur pada Tuhan atas kemurahan-Nya.

 

Aspek dan Indikator Kompetensi Pedagogik Guru

 


Kompetensi Pedagogik merupakan salah satu jenis kompetensi yang mutlak perlu dikuasai guru. Kompetensi Pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi Pedagogik merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya dan akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didiknya.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka kompetensi pedagogik guru yaitu kemampuan dan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Terdapat 7 (tujuh) aspek dan 45 (empat puluh lima) indikator yang berkenaan penguasaan kompetensi pedagogik.

Pada aspek pertama yaitu Menguasai karakteristik peserta didik. Seorang guru harus menguasai dan memahami sifat-sifat dan kemampuan peserta didiknya. Pad aspek kedua guru harus menguasasi teori belajar dan prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik. Pada aspek ini guru sebagai penyampai pembelajaran harus menguasai berbagai teori belajar dan memahami prinsip-prinsip dalam pembelajaran sehingga dalam menyampaikan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

Pada aspek ketiga Pengembangan kurikulum. Pada aspek ini guru harus dapat mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran dan program pengajaran yang akan disampaikan.

Pada aspek keempat yaitu Kegiatan pembelajaran yang mendidik. Pada aspek ini guru harus dapat melakukan kegiatan pembelajaran yang bersifat mendidik bagi peserta didik sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. Aspek kelima yaitu Pengembangan potensi peserta didik. Guru harus menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki potensi masing-masing. Guru harus dapat mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik sehingga akan berkembang dan dapat bermanfaat bagi peserta didik di masyarakat.

Pada aspek keenam yaitu Komunikasi dengan peserta didik. Guru dalam menyampaikan pembelajaran selama kegiatan berlangsung harus dapat dimengerti oleh peserta didik. Artinya komunikasi yang dibangun oleh guru dapat diterima oleh peserta didik selaku audiens. Selain itu harus terjadi komunikasi dua arah antara guru dengan peserta didiknya.

Pada aspek ketujuh yaitu Penilaian dan Evaluasi. Pada aspek ini guru harus dapat melakukan penilaian serta evaluasi terhadap hasil dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dengan demikian dapat diketahui sejauh mana kemampuan dan perkembangan dari peserta didik setelah melakukan kegiatan pembelajaran.

Dari ketujuh aspek dalam penilaian kinerja guru berdasarkan kompetensi pedagogik tersebut menunjukkan bahwa peran guru tidaklah mudah dan bukan hal yang dianggap sepele. Seorang guru yang profesional akan memperhatikan ketujuh aspek tersebut sehingga kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan menghasilkan output yang diharapkan oleh semua pihak baik guru, orang tua, peserta didik dan masyarakat.

 

 

Jurudemung


Mungguh nu hirup di dunya

Ku kersaning anu agung

Ku kersaning anu agung

Geus pinasti panggih

Geus pinasti

Geus pinasti panggih

Jeung dua rupa perkara

Senang paselang jeung bingung

Mungguh hirup di alam dunya

Ku kersaning anu agung

Geus pinasti bakal panggih

Suka bungah jeung kasedih

Dua rupa nu tumiba

Sakabeh jalma di dunya

Senang patumbu jeung bingung

Eta geus tangtu kasorang

Gurisa

 


Hayang teuing geura beurang

Geus beurang rek ka Sumedang

Nagih ka nu boga hutang

Mun meunang rek meuli soang

Tapi najan henteu meunang

Mo rek buru-buru mulang

Rek terus guguru nembang

Jeung diajar nabeuh gambang

Hayang teuing geura beurang

Geus beurang rek ka Sumedang

Nagih ka nu boga hutang

Mun meunang rek meuli soang

Tapi najan henteu meunang

Mo rek buru-buru mulang

Rek terus guguru nembang

Jeung diajar nabeuh gambang

 

Gambuh

 


Ngahuleng banget bingung

Heunteu terang kamana nya indit

Turug-turug harita teh, enggeus burit

Panonpoe geus rek surup

Keueung sieun, aya meong

Hulang-huleng, hulang-huleng

Ngahuleng ngaraga meneng

Hate ratug, tutunggulan

Heunteu terang, kaler-kidul

Turug-turug, turug-turug

Harita teh, enggeus burit

Panonpoe geus rek surup

Keueung sieun aya meong

Pupuh Durma

 

Durma

Moal ngejat sanajan ukur satapak

Geus dipasti ku jangji

Mun tacan laksana

Numpes musuh sarakah

Heunteu niat seja balik

Najan palastra

Mati di medan jurit

Di mamana si penjajah

Pada amarah marudah

Manan kapok anggur gawok

Najan dituyuk diragut

Nagri sadayana

Umumna ngabela

Nyempad rosa, pulitik penjajah

Tapi nu ngajajah

Teu pasrah, teu sadrah

Terus meres, ngahina ngarinah

 

Balakbak dan Dangdang

 

Balakbak

Aya warung sisi jalan rame pisan; citameng

Awewena luas luis geulis pisan; ngagoreng

Lalakina-lalakina los ka pipir nyoo monyet; nyanggereng

 

Aya warung sisi jalan

Rame pisan ku nu jajan

Tihothat nu ngaladangan

Nu jarajan sukan-sukan

 

Dangdang

Mega beureum surupna geus burit

Ngalanglayung panas pipikiran

Cikur jangkung jahe koneng

Naha teu palay tepung

Sim abdi mah ngabeunying leutik

Ari ras cimataan

Gedong tengah laut

Ulah kapalang nya bela

Paripaos gunting pameulahan gambir

Kacipta salamina

Hiji basa, hiji bangsa

Basa bangsa, Indonesia

Hiji bangsa, hiji nusa

Nusa tunggal, Nusantara

Seler-seler, suku bangsa

Di wewengkon, mana-mana

Sakasuka, sakaduka

Wujud bangsa, Indonesia

Asmarandana

 


Eling-eling mangka eling

Rumingkang di bumi alam

Darma wawayangan bae

Raga taya pangawasa

Lamun kasasar lampah

Nafsu nu matak kaduhung

Badan anu katempuhan

Eling-eling masing eling

Di dunya urang ngumbara

Laku lampah nu utama

Asih ka papada jalma

Ucap tekad reujeung lampah

Tingkah polah sing merenah

Runtut rukun sauyunan

Hirup jucung panggih jeung kamulyaan

 

Expressing Asking and Giving Opinion

 


Fadhila : Amanda, what do you think is the best action to reduce global warming?
Amanda : I think everyone should start changing their way of life.
Fadhila : What do you mean?
Amanda : Well, we have to start to do what we can, to help reduce global warming.
Fadhila : What do you suggest that we should do?
Amanda : Well, there are lots of things that we can do. We should start saving electricity, start recycling things, start using public transport means, buying and consuming as much as we need only, etc. Basically, just save anything that we can.
Fadhila: Wow! You know a lot of things about reducing global warming. Where did you learn all of that from?
Amanda: Well, I read newspapers, magazines, and also search for information in the internet.  Actually, I want to inform what I’ve learned to everyone so that everybody can start helping to save our mother nature.
Fadhila : You’re so awesome. How about if you write it in our school magazine next month?
Amanda : That’s a great idea. I’ll do that.

Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus

 


Secara harfiah identifikasi berarti menemukan atau menemukenali. Dalam buku Identifikasi ABK dalam Pendidikan Inklusi istilah identifikasi anak dengan kebutuhan khusus dimaksudkan merupakan suatu usaha seseorang (orang tua, guru, maupun tenaga kependidikan lainnya) untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami kelainan/penyimpangan (fisik, intelektual, sosial, emosional/tingkah laku) dalam pertumbuhan/perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya (anak-anak normal).  

Setelah dilakukan identifikasi, kondisi seseorang dapat diketahui, apakah pertumbuhan/perkembangannya termasuk normal atau mengalami kelainan/penyimpangan. Bila mengalami kelainan/penyimpangan, dapat diketahui pula apakah anak tergolong: (1) Tunanetra/anak yang mengalami gangguan penglihatan; (2) Tunarungu/anak yang mengalami gangguan pendengaran; (3) Tunadaksa/anak yang mengalami kelainan angota tubuh/gerakan); (4) Anak Berbakat/anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa; (5) Tunagrahita; (6) Anak lamban belajar; (7) Anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik (disleksia, disgrafia, atau diskalkulia); (8) Anak yang mengalami gangguan komunikasi; dan (9) Tunalaras/anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku.

Identifikasi merupakan kegiatan yang sifatnya masih sederhana dan tujuannya lebih ditekankan pada menemukan secara kasar apakah seorang anak tergolong anak dengan kebutuhan khusus atau bukan. Oleh karena itu, identifikasi dapat dilakukan oleh orang-orang yang dekat dengan anak, seperti orang tuanya, pengasuhnya, gurunya, dan pihak-pihak yang terkait dengannya. Langkah berikutnya setelah identifikasi adalah asesmen. Assesmen bila diperlukan dapat dilakukan oleh tenaga profesional, seperti dokter, psikolog, neurolog, orthopedagog, terapis, dan lain-lain.

About

About

loading...

Hakikat Kemampuan Anak Taman Kanak-Kanak dalam Berhitung

Salah satu unsur yang ada didalam matematika adalah kemampuan berhitung. Menurut Copley (2001:55) berhitung merupakan komponen penting dal...

Search This Blog

Translate