Monday, July 13, 2020

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS X SMS 1




Nama Sekolah                        
Mata Pelajaran                        : Geografi
Kelas/Semester                        : X (sepuluh)/1 (satu)
Alokasi Waktu                        : 1 x 45 menit
Standar Kompetensi               : 1. Memahami konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek geografi
Kompetensi Dasar                   : 1.1. Menjelaskan Konsep Geografi
Indikator Pencapaian Kompetensi      : -   Menguraikan konsep geografi
-      Menguraikan perkembangan ilmu geografi

A.    Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
-          Mendeskripsikan pengertian geografi dari berbagai pakar
-          Membandingkan perkembangan ilmu geografi dari berbagai aliran
-          Mengidentifikasikan konsep esensial geografi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
  Karakter siswa yang diharapkan  : 
§   Kerja keras, Jujur, saling menghargai.
  Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 
§   Kerja keras, jujur, saling menghargai orang lain, inovatif,

B.     Materi Pembelajaran
-          Pengertian geografi
-          Perkembangan ilmu geografi
-          Konsep esensial geografi

C.    Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, diskusi, life skills, pemberian tugas

D.    Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
-          Kurikulum KTSP dan perangkatnya
-          Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP
-          Buku sumber Geografi SMA
-          Buku-buku penunjang yang relevan
-          OHP / Slide Proyektor
-          Internet

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·        Memahami konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek geografi
·        Menguraikan konsep geografi
·        Siswa dapat Menguraikan perkembangan ilmu geografi.
E.     Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1.      Kegiatan Pendahuluan (1x5 menit)
·         Apersepsi: guru menyapa siswa, kemudian mengabsen.
·         Guru memberikan motivasi mengenai materi yang akan diajarkan dan apa manfaatnya, serta menyampaikan tujuan pembelajaran.

2.      Kegiatan Inti (2x35 menit)
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
·         Guru menjelaskan pengertian geografi secara garis besar (hal 3-4). (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
·         Penugasan secara individu, siswa mencari pengertian geografi dari berbagai pakar dari situs di www.yahoo.com,  www.wikipedia.com, www.google.com. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
·         Tanya-jawab berdasarkan hasil temuan siswa dari internet dan mencermati contoh pandangan tokoh mengenai pengertian geografi di buku teks (hal 3-4). (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
·         Bersama-sama (guru dan siswa) membahas perkembangan ilmu geografi dari berbagai aliran dan pandangan tokoh (hal 3-4). (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
·         Bersama-sama mendiskusikan konsep esensial geografi dalam pengajaran geografi dan penerapannya dalam kehidupan (lihat kolom geografi hal 9). (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·         Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
·         Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.)

3.      Kegiatan Penutup (1x5 menit)
A.     Bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dibahas, kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.  (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
B.     Guru memberi tugas individu untuk membuat ringkasan materi “Hakikat Geografi”. Tugas ini dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);

F.     Penilaian
-          Penilaian untuk tugas karangan mencari pengertian geografi dan pandangan berbagai pakar mengenai geografi dari situs internet dengan menulis sumber situs.
-          Penilaian untuk keaktifan siswa dalam berdiskusi mengenai perkembangan ilmu geografi dan konsep esensial geografi.
Penilaian berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.
Rubrik Penilaian Karangan
Sikap/Aspek yang dinilai
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Deskripsi (Alasan)
Pengantar menunjukkan isi




Pengantar disajikan dengan bahasa yang baik




Isi menunjukkan penjelasan dari kutipan/pendapat tokoh




Isi disajikan dengan bahasa yang baik




Penutup memberi kesimpulan akhir terhadap kutipan/pendapat tokoh




Penutup disajikan dengan bahasa yang baik




Nilai rata-rata




Komentar

Rubrik Penilaian Diskusi
Sikap/Aspek yang dinilai
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Deskripsi (Alasan)
Pemahaman materi pembahasan




Kemampuan melakukan analisis




Kemampuan menyampaikan pendapat




Partisipasi dalam diskusi




Kemampuan penggunaan bahasa yang baik dalam diskusi




Nilai rata-rata




Komentar

Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Memuaskan
4
> 80
Baik
3
68 - 79
Cukup
2
56 - 67
Kurang
1
< 55


Sunday, July 12, 2020

Pelaksanaan kegiatan pengembangan di kelompok bermain.



Program kegiatan belajar kelompok bermain KB adalah seperangkat kegiatan belajar yang direncanakan untuk dilakukan dalam rangka menyiapkan dan meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan diri anak didik lebih lanjut. Pelaksanaan pembentukan perilaku melalui pembiasaan dilakukan melalui kegiatan rutin, spontan dan terprogram. Pengembangan keamampuan dasar KB terdiri dari pengembangan bahasa, kognitif, fisik dan seni.
Pelaksanaan kegiatan pengembangan diawali dengan kegiatan pembukaan, inti, istirahat dan penutup lalu pendidik mengantar anak-anak dan diserahkan kepada para penjemput. Selain itu, untuk mengembangkan konsep belajar melalui bermain maka ada tahap-tahap kegiatan pengembangan bermain di KB, yaitu :
1. Bermain eksploratoris;
2. Bermain energetik;
3. Bermain ketrampilan;
4. Bermain sosial;
5. Bermain imajinatif.
Prosedur pelaksanaan kegiatan pengembangan di KB meliputi :
1. Peserta didik
Persyaratan bagi peserta didik untuk dapat menjadi anggota dari Kelompok Bermain adalah (1) usia 2 – 4 tahun dengan jumlah minimal 10 anak, (2) anak usia 5 – 6 tahun yang tidak mendapat kesempatan masuk di Taman Kanak-Kanak dengan jumlah minimal 10 anak.
Peserta didik KB memiliki hak-hak untuk belajar melalui bermain yang meliputi :
a. Mendapatkan mainan yang sama
b. Bebas bereksplorasi dengan alat permainan sesuai dengan peraturan,
c. Mendapatkan bantuan belajar apabila mengalami kesulitan,
d. Memanipulasi objek permainan dengan benar.
Selain hak peserta didik KB juga memiliki beberapa kewajiban yaitu :
a. Merapikan alat permainan apabila selesai bermain,
b. Menggunakan alat permainan dengan benar
c. Berbagi dan bergantian dengan teman
d. Mentaati ketertiban dalam bermain.
2. Pendidik
Pendidik Kelompok Bermain harus memiliki beberapa kualifikasi sebagai berikut :
a. Kompetensi Pedagogik
b. Kompetensi Kepribadian
c. Kompetensi Profesional
d. Kompetensi Sosial
Pendidik Kelompok Bermain berhak mendapat insentif baik dalam bentuk materi, penghargaan maupun peningkatan kinerja sesuai dengan kemampuan dan kondisi setempat (baik melalui APBN, APBD I dan II, dan masyarakat)
3. Pengelola
Pengelola KB hendaknya memiliki kualifikasi sebagai berikut :
a. Pendidikan minimal SLTA atau sederajat
b. Memiliki kemampuan dalam mengelola program kelompok bermain secara profesional
c. Memiliki kemampuan dalam melakukan koordinasi dengan tenaga pendidik, instansi terkait dan masyarakat.
d. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat dan peserta didik serta orang tuanya.
e. Memiliki tanggung jawab moril mempertahankan dan meningkatkan keberlangsungan KB yang dikelolanya.
4. Tempat
Cara menentukan lokasi untuk KB hedaknya memperhatikan hal-hal berikut :
a. Lokasi gedung yang mudah dimasuki kendaraan roda dua dan roda empat.
b. Lokasi dilewati oleh kendaraan umum
c. Lokasi berada di pemukiman perkantoran atau ruko perumahan.
d. Tempat parkir yang memadai
e. Jauh dari sungai tempat pembuangan sampah dan terminal angkutan atau bis.
f. Dekat dengan tanaman
g. Mendapatkan pencahayaan yang baik
h. Ventilasi ruangan yang terang
i. Memiliki jalan keluar apabila terjadi kebakaran gedung
j. Desain ruangan yang sesuai dengan kebutuhan bermain anak.
5. Waktu
Waktu adalah modal kerja yang harus dihargai. Seorang pengelola harus menghitung jam efektif bekerja dan jumlah total hari kerja untuk menentukan penggajian kepada karyawan. Anak belajar di KB biasanya 2 jam sehari, sedang di TPA bervariasi. Ada TPA yang menyediakan layanan insidental (per jam) paruh hari atau sehari penuh.
6. Adminsitrasi
Administrasi di KB secara umum terdiri dari aspek-aspek administrasi berikut ini :
a. Administrasi Program Pembelajaran
b. Administrasi Pengelolaan Kegiatan
c. Administrasi Keuangan
d. Adminsitrasi Kepegawaian

Aplikasi kegiatan Outdoor di Kelompok Bermain dan Taman Penitipan Anak



Spesifikasi alat permainan untuk arena bermain outdoor harus cukup flexible untuk memenuhi kebutuhan dan prasyarat minimal serta memasukkan faktor lokasi, ukuran pagar, tanah lapang, permukaan dan naungan.
Dalam merancang tempat bermain outdoor cara yang baik untuk memulai adalah mempertimbangkan beberapa variasi pengalaman yang akan anda berikan kepada anak didik. Beberapa pertimbangan yang dapat menjadi masukan ke dalam area aktivitas anak adalah variasi alat-alat permainan, aktivitas menggali dan menimbun, membersihkan permainan yang membutuhkan keheningan, bermain dengan binatang, berkebun, menjadi tukang kayu.
Kunci sukses dalam menggunakan area outdoor adalah amar, jauh dari kebisingan lalu lintas. Anak dapat dengan leluasa mengekspresikan idenya dengan aktivitas yang dilakukannya.
Salah satu faktor keselamatan dan keamanan adalah penyesuaian perlengkapan dan perlatan berkenaan dengan ukuran fisik anak. Kecelakaan sering terjadi apabila perlengkapan dan peralatan tidak cocok dengan kemampuan dan ukuran fisik anak.
Alasan mengapa anak-anak merasa tidak nyaman terhadap perlengkapan di area bermain adalah :
1. Kecenderungan berfokus hanya pada satu aspek situasi;
2. Kesulitan menilai ukuran;
3. Anak kurang perhatian terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.
Untuk mencapai tujuan dari area bermain outdoor, pada kegiatan program dapat menambahkan atau menyertakan staf pengajar dan peneliti untuk mendukung hal tersebut dengan melakukan penelitian di area tersebut.




Pengelolaan lingkungan Outdoor di Taman Penitipan Anak dan Kelompok Bermain



Ada dua alasan penting bermain outdoor diperuntukkan untuk anak-anak usia dini. Pertama, banyak kemampuan anak yang harus dikembangkan dan didapatkan oleh anak. Kedua, kebiasaan orang tua yang menjauhkan area bermain dari anak-anak karena berbagai faktor dan lebih memilih memberikan anak-anak tontonan atau bermain komputer selain itu faktor lingkungan yang tidak aman membuat orang tua menjauhkan anak mereka untuk bermain di luar.
Bermain outdoor membuat anak dapat menikmati kesenangan dan sangat membantu pertumbuhan dan perkembangannya. Berbagai macam area yang ada di lingkungan bermain outdoor yang dikelilingi alam yang natural sehingga anak-anak dapat mengobservasi benda-benda yang ada disekitarnya.
Hal yang paling penting dari penataan lingkungan outdoor adalah anak mendapatkan pengalaman yang unik. Misalnya science yang datang dengan sendirinya secara natural, yaitu berseksplorasi dan mengobservasi dengan tangannya sendiri. Anak dapat melihat tentang perubahan warna, memegang kulit kayu sebatang pohon, mendengar suara jangkrik atau mencium udara setelah hujan turun, anak-anak menggunakan semua perasaan mereka untuk belajar tentang dunianya.
Memperhatikan pentingnya tata lingkungan outdoor untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak maka anda harus memberikan perhatian serius dalam merancang dan menggunakan tempat bermain outdoor.

Prinsip penataan area bermain outdoor pada anak usia dini adalah :
1. Memenuhi aturan keamanan
2. Harus sesuai dengan karakteristik alamiah anak
3. Harus didasarkan pada kebutuhan anak dan
4. Secara estetis harus menyenangkan

Teknik Penataan Ruangan dan Perlengkapan Belajar di Lembaga PAUD



Pada saat ini pendekatan model sentra menjadi trend dalam menyelenggarakan PAUD, berikut akan dibahas alasan penggunaan sentra dalam PAUD, yang meliputi :
1.      Nilai bermain
Seperti telah kita ketahui bahwa semboyan kegiatan pengembangan pada anak usia dini adalah ”bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain”. Bermain adalah pekerjaan anak-anak dan anak-anak selalu ingin bermain. Dalam bermain anak-anak mengembangkan sesuatu yang berbeda dan membedakan pendekatan yang terbaik. Dalam bermain anak-anak menggunakan bahasa untuk melancarkan kegiatan, menjelajah dan menyaring bahasa mereka ketika mereka bicara dan mendengarkan anak-anak lainnya.
2.      Pusat Minat atau Pusat kegiatan (Sentra)
Salah satu pendekatan yang membantu kreativitas dalam penggunaan perlatan adalah dengan menyediakan salah satu bagian dari kegiatan, minat dan lingkungan dengan mengidentifikasi kegiatan dan peralatan untuk setiap kelompok anak di kelas.
Dalam ruang kelas untuk anak usia dini, lingkungan didesain untuk pengembangan total secara alamiah bagi anak-anak. Kegiatan kelas menyediakan kesempatan pada anak-anak untuk berpartisipasi secara individual dalam tim dan kelompok kecil.

3.      Sentra adalah pembelajaran terpadu
Sentra adalah pembelajaran terpadu yang terbaik. Sentra dapat membantu anak-anak mengembangkan seluruh kemampuannya secara bersamaan. Dalam satu kegiatan belajar, anak-anak dapat mengembangkan aspek bahasa, kognitif fisik motorik, sosialemosionalnya dalam satu kesempatan.
Penataan ruangan di lembaga PAUD yang dibahas dalam kegiatan belajar ini, ditujukan untuk pendidik (guru dan pengasuh) yang menginginkan kelasnya menjadi tempat yang menarik atau memadai sebagai tempat bermain dan belajar.  Selain itu, dengan membaca kegiatan belajar ini, diharapkan para pendidik untuk lembaga PAUD tertarik mencoba menyusun ruangan sentra yang sesuai dengan kebutuhan, minat dan kondisi lingkungan di lembaga PAUD di manapun berada dan memberi kesempatan kepada pendidik untuk menata dan  mendesain ruangan kelasnya dengan cara yang kreatif sehingga proses pengembangan kemampuan anak dapat lebih optimal.
Beberapa alasan mengapa pada lembaga PAUD disarankan untuk menggunakan sentra adalah karena :
1. Dunia anak adalah dunia bermain,
2. Sebaiknya pendidik menyediakan lingkungan belajar yang merangsang anak untuk bermain, mengeksplor dan mengembangkan ide-ide tersebut dengan pengalaman  yang telah mereka peroleh dalam  kehidupan yang diperoleh ketika anak berinteraksi dengan lingkungannya,
3. Sentra adalah pembelajaran terpadu yang terbaik. Sentra dapat membantu anak-anak mengembangkan seluruh kemampuannya secara bersamaan. Dalam satu kegiatan belajar, anak‑anak dapat mengembangkan aspek bahasa, kognitif, fisik-motorik, sosial emosionalnya dalam satu kesempatan.
Pemilihan sentra sebaiknya disesuaikan dengan.ruang kelas yang disesuaikan dengan bakat anak-anak, sedangkan banyaknya sentra tergantung pada jumlah anak dalam kelas, dan sesuaikan dengan kondisi dan keadaan sekolah dan ruang kelas Anda.
Sentra yang ditawarkan dalam kegiatan belajar ini merupakan contoh yang dapat dipilih dan dikembangkan secara kreatif oleh pendidik. Pilihlah sentra yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kemampuan sekolah. Sentra ersebut adalah sentra tradisional, meliputi sentra rumah tangga (housekeeping centre), sentra balok (block centre), sentra seni (art centre), sentra pasir dan air (sand and water centre), sentra perpustakaan (library centre), sentra musik dan suara (music and sound centre), sentra menulis (writing centre), serta sentra sains dan alam (science and nature centre). Adapun sentra sosio drama, meliputi sentra mal (mall centre), sentra ruang dokter atau rumah sakit (doctor’s office or hospital centre), sentra toko grosir (the grocery centre), sentra memasak (bakery or cooking centre). Sentra unik meliputi sentra ruang angkasa (space centre)


Dasar Pengelolaan Lingkungan Belajar Indoor di Lembaga PAUD



Lingkungan sebagai unsur yang menyediakan sejumlah rangsangan perlu mendapat perhatian dan perlu diciptakan sedemikian rupa, agar menyediakan objek-objek sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak.
Dalam merencanakan program yang sesuai perkembangan anak, orang dewasa atau pendidik hendaknya melakukan beberapa hal berikut ini :
1.      Menyediakan kegiatan berikut peralatan yang bervariasi dan kaya yang dapat dipilih sendiri oleh anak.
2.      Menawarkan kepada anak-anak untuk memilih apakah mereka ingin berpartisipasi dalam kelompok kecil atau melakukan kegiatan sendiri (individu)
3.      Membantu dan memandu anak-anak yang tidak atau belum mampu memanfaatkan kemudahan dan kesenangan kegiatan pilihan sendiri dalam sesi kegiatan pilihan anak.
4.      Memberikan kesempatan kepada anak untuk berinisiatif dan melakukan praktik langsung mengenai kegiatan yang dipilihnya sendiri.
Pendidik perlu menciptakan dan menyediakan lingkungan belajar yang mendukung dan memudahkan sensori anak untuk bersentuhan dengan lingkungan belajar sehingga setiap aspek perkembangan anak dapat berkembang sebaik-baiknya. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan perkembagan anak usia dini, khususnya anak usia tiga sampai dengan empat tahun.
Faktor lingkungan memberikan pengaruh yang sangat besar untuk membedakan kualitas program di lembaga PAUD. Oleh karenanya guru harus lebih berhati-hati dalam merencanakan dan mengorganisir ruang kelas dan peralatannya. Perencanaan dan pengorganisiran ruang kelas secara baik dan berhati-hati akan memberikan banyak keuntungan, diantaranya :
1. Membuat pekerjaan guru menjadi mudah,
2. Hari-hari anak menjadi lebih menyenangkan,
3. Anak dapat menyelesaikan tugas secara lebih produktif dan tertantang,
4. Anak-anak akan terus berkeliling dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya tanpa merasa bosan,
5. Atmosfer kegiatan pembelajaran lebih dapat terantisipasi, cemerlang, inspiratif, menakjubkan, menantang dan memesona.
Ruangan yang perlu disiapkan, antara lain ruangan untuk bayi dan ruangan untuk anak-anak kecil lengkap dengan peralatannya. Ruangan ini disiapkan dengan mengacu pada panduan National Association Education for the Young Children (NAEYC) dalam bukunya Developmentally Appropriate Practice (DAP).
Terdapat beberapa panduan yang dapat diikuti yang berhubungan dengan perlatan dalam ruangan, meliputi :
1. Pertimbangkan untuk Mengenalkan alat dan bahan,
2. Berikan waktu pada anak-anak untuk Menentukan kelompoknya sendiri Sebelum anda mengajaknya untuk berbagi,
3. Anjurkan anak-anak untuk memahami bahwa setiap jenis benda mempunyai tempat,
4. Bantu anak-anak merencanakan apa yang ingin mereka lakukan,
5. Membiarkan ruangan terbuka untuk anak-anak,
6. Panduan umum ketika mengevaluasi fasilitas untuk anak usia dini, meliputi bentuk ruangan, bagaimana meredam bunyi, warna dinding, lantai, alat pemanas atau pendingin ruangan, cahaya dan ventilasi, air dan bak cuci, ruang penyimpanan, kursi dan meja dan rak. Selain itu faktor keamanan sangat penting diperhatikan dalam menata ruangan untuk anak usia dini.
Penataan ruangan untuk memfasilitasi anak usia dini juga akan berpengaruh pada keamanan dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan kreatif yang menggunakan peralatan perlu dipertimbangkan beberapa faktor, yaitu usia dan tingkat perkembangan anak-anak, pengawasan, fleksibilitas, arus lalu lintas dan ruang pribadi.

PERTANYAAN SEPUTAR MODEL PEMBELAJARAN PAUD

About

About

loading...

Hakikat Kemampuan Anak Taman Kanak-Kanak dalam Berhitung

Salah satu unsur yang ada didalam matematika adalah kemampuan berhitung. Menurut Copley (2001:55) berhitung merupakan komponen penting dal...

Search This Blog

Translate